LANGIT7.ID, Jakarta - Tidak jarang kita mendengar istilah
Jumat Berkah dari orang-orang sekitar. Bukan tanpa alasan, sebab hari ini, Jumat, memiliki banyak keistimewaan. Dalam satu pekan ada kewajiban bagi ummat Islam mendatangi masjid untuk
shalat berjamaah, yakni di hari Jumat.
Hari Jumat disebut juga Sayyidul Ayyam atau rajanya hari. Inilah salah satu alasan orang menganggap Jumat sebagai hari barokah atau Jumat Berkah. Media sosial pun ramai dengan hastag #JumatMubarok atau #JumatBerkah di hari ini.
Allah subhanahu wata ala meminta ummat Islam mendatangi masjid di hari Jumat. Perintah dari Allah itu hukumnya wajib. Dalil soal shalat Jumat pun tercantum di Al-Quran, surah Al Jumu'ah ayat 9.
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan
shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS: Al Jumu'ah ayat 9).
Perintah
shalat Jumat baru ada setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam hijrah dari Mekkah ke Madinah. Tepatnya pada pekan kedua Rabiul Awal tahun 622 Masehi. Pada saat itulah Rasulullah khutbah menyampaikan sejumlah wasiat penting kepada para sahabat.
Berbeda dengan hari lainnya,
hari Jumat menjadi salah satu waktu mustajab berdoa. Allah subhanahu wata ala akan mengabulkan doa dan permintaan hambanya yang memohon dengan sungguh-sungguh.
Terdapat satu waktu dalam 24 jam di hari Jumat dianggap mustajab untuk berdoa. Kapan tepatnya memang dirahasiakan oleh Allah, namun ada beberapa pendapat, di antaranya setelah Ashar di hari Jumat atau juga di antara dua khutbah saat hari Jumat.
Kemudian ummat Islam juga diminta lebih awal mendatangi masjid, jauh sebelum khatib naik mimbar untuk menggiatkan ibadah. Seperti shalat sunnah tahiyatul masjid dan berdzikir atau tilawah Quran.
Saat mengaji atau tilawah Quran, ummat Islam dianjurkan membaca Surah Al-Kahfi. Untuk waktunya ada yang membatasi mulai Kamis malam sampai sebelum shalat Jumat, ada juga yang berpendapat tidak ada batasan selama masih berada di hari Jumat, termasuk Jumat sore atau malam.
Dalam hadist diriwayatkan Imam Baihaqi, Rasulullah bersabda: "Barang siapa yang membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, niscaya Allah menyinarinya dengan cahaya selama antara dua Jumat."
Kemudian, dalam tafsir lain disebutkan "Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, niscaya dia akan tersinari cahaya antara dirinya dengan Ka'bah." (HR An Nasai & Baihaqi).
Sebelum berangkat ke masjid pun kita diminta mempersiapkan diri dengan baik, di antaranya mandi, lalu mengenakan pakaian terbaik, dan menggunakan wewangian. Belum lagi ada sebagian pendapat yang menyebut bahwa sedekah di Hari Jumat akan mendatangkan banyak kebaikan dan rezeki.
Dari berbagai keutamaan-keutamaan tersebut, sudah selayaknya Hari Jumat dianggap istimewa. Jadi mari kita persiapkan diri berangkat ke masjid untuk Shalat Jumat.
(bal)