LANGIT7.ID, Jakarta - Orang tua bisa mencoba 6 tips memotivasi anak
berpuasa di pekan terakhir Ramadhan. Satu bulan menahan lapar dan haus tidak boleh jadi kendala mereka beribadah.
Dokter spesialis anak RSA UGM, dr Fita Wirastuti mengatakan, prinsip dasarnya anak itu pengamat dan peniru. Bila berharap anak berpuasa Ramadhan, orang tua harus melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan baik terlebih dahulu.
"Kalau orang tuanya sering mengaji dan sering mengisi Ramadhan ini dengan kegiatan yang bermanfaat, mereka (anak-anak) akan mengikutinya. Begitu juga dengan berpuasa, kalau orang tuanya minta anaknya berpuasa, tentu orang tuanya harus berpuasa," katanya di Webinar "Puasa Sehat: Dapat Ibadahnya, Dapat Sehatnya", seperti dilansir laman UGM, Ahad (24/4/2022).
Baca Juga: Anak Sudah Berpenghasilan, Mestikah Zakat Fitrah Ditanggung Orang Tuanya?Artinya, lanjut dia, orang tua tidak perlu terlalu banyak memberikan aturan, melainkan menjadi contoh yang baik secara langsung kepada anak. Adapun tips mengenalkan puasa pada anak, bisa dilakukan dengan cara berikut.
1. Mulai perlahanPuasa harus dikenalkan kepada anak secara perlahan, mudah, dan menyenangkan. Jika pada hari biasa di luar Ramadhan, anak-anak makan tiga kali sehari. Ketika memperkenalkan puasa, dengan sedikit-sedikit menjarakkan waktu makan mereka.
"Ketika dia mulai diajarkan untuk berpuasa, mulai kita jarangkan fase antar makan menjadi 4-6 jam. Kemudian nanti bertambah lagi jadi 8 jam, kemudian bertambah lagi jadi 10 jam, sampai pada akhirnya dia bisa fase puasa penuh," kata dr Fita.
2. Sediakan makanan sehatOrang tua juga harus mempersiapkan makanan untuk anak yang kaya nutrisi dan sehat, baik saat sahur maupun berbuka. Dengan kecupukan gizi, nutrisi anak dapat terpenuhi dan kuat menjalankan puasa.
3. Kompensasi sewajarnyaPuasa hanya menggeser waktu makan di hari-hari biasa. Di mana sarapan lebih awal menjadi sahur, sementara makan siangnya disorekan menjadi berbuka, dan makan makan malamnya digeser menjadi setelah tarawih.
"Jadi jangan sampai ada kiat balas dendam atau penggandaan porsi makan ketika sahur, karena hal itu sangat tidak disarankan," katanya.
Sebagian orang tua yang khawatir anaknya lapar, memaksa anak mereka untuk makan lebih banyak pada saat berbuka maupun sahur. Padahal, ini justru tidak direkomendasikan, karena membuat anak merasa tidak nyaman, dan menyebabkan target puasanya tidak tercapai.
4. Rutinitas sehatAktivitas puasa juga semestinya diselingi atau diisi dengan kegiatan bermanfaat, seperti mengaji bersama, pergi ke masjid, merancang menu buka dan sahur bersama, dan lainnya. Kegiatan seperti ini diyakini akan menyenangkan anak-anak sekaligus memotivasi mereka.
“Kalau orang tua ketika berpuasa hanya tidur saja, malah membuat anak menjadi lebih lemas dan jenuh, sehingga dia tidak senang dengan kondisi berpuasa,” jelas Fita.
5. Hindari aktivitas berlebihanAnak-anak yang memiliki aktivitas fisik banyak sebaiknya dikurangi, seperti lari-larian dan lain sebagainya. Hal ini guna menghindari anak-anak untuk cepat kelelahan atau yang lebih parah lagi mengalami dehidrasi.
Sebagai gantinya, aktivitas dapat diganti dengan kegiatan mengaji bersama, mewarnai bersama, dan lain sebagainya.
6. Berikan motivasi dan hadiahMemberikan motivasi dan hadiah juga bisa dihadirkan, asal masih dalam batas wajar. Hadiah di sini bisa dengan memberikan makanan yang dia sukai, dan lainnya.
“Hadiah diberikan tidak berlebihan, asalkan cukup yang menyenangkan untuk anak, sesuai dengan kebutuhannya,” katanya.
(bal)