LANGIT7.ID - , Jakarta - Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Dan mereka akan sangat senang jika terbaik versi mereka bisa dicapai. Adalah wajar bila kemudian orang tua melakukan segala cara agar anak bisa mendapatkannya.
Namun, orang tua seringkali lupa bahwa apa yang terbaik menurutnya belum tentu baik untuk anak. Sehingga membuat anak terpaksa untuk melakukannya karena takut dimarahi.
Nah, jika sudah seperti ini Anda bisa saja sudah termasuk
toxic parents, yakni orang tua yang tidak dapat memenuhi kebutuhan anak.
Spesialis ilmu kedokteran jiwa, dr Kresno Mulyadi, SpKJ mengungkapkan ada beberapa tanda-tanda lain bahwa Anda termasuk
toxic parents.
Baca juga: Jangan Diteruskan, Helicopter Parenting Bisa Merugikan Anak"Pertama adalah egois. Egois merupakan suatu tindakan memaksakan kehendak tanpa memikirkan perasaan orang lain. Antara orang tua dan anak. Orang tua selalu ingin anak melakukan apa yang mereka inginkan, tanpa mempedulikan anak suka atau tidak," ucap dr Kresno dalam acara bertajuk "
Healthy Parenting vs Toxic Parenting," Sabtu (23/4/2022).
"Misal, pokoknya Papa mau kamu seperti ini dan Mama ingin kamu seperti ini. Ayo nurut sama Papa dan Mama, kita bisa berhasil karena dulu selalu patuh sama Opa dan Oma. Makanya, kalau kamu ingin berhasil, lakukan hal demikian," lanjut dia.
Selanjutnya, kata dr Kresno tidak berempati, yakni tidak memahami apa yang terjadi pada anak. Misal jika anak bangun siang, maka mereka akan dimarahi. Tanpa menanyakan kenapa bisa demikian.
Ataupun jika anak selalu pegang
gadget orang tua akan memarahinya, padahal tanpa sadar barangkali mereka sebagai orang tua juga melakukan demikian.
Berikutnya, adalah serba mengatur. Para orang tua ini akan mengatur apa yang anak harus lakukan hari ini, besok, dan seterusnya.
Menurut dr Kresno, orang tua yang melakukan demikian karena mereka selalu menganggap bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang berhasil mendidik anaknya. Dan keberhasilan mereka itu dilihat dari kepatuhan anak terhadap mereka.
Kemudian, adalah suka mengkritik dan menyalahkan anak. Misal suka membandingkan anak yang satu dengan anak yang lain.
Baca juga: Toxic Parenting, Orang Tua Ternyata Bisa 'Durhaka' Pada Anak"Contoh kamu kenapa sih tidak bisa seperti adik? Adik saja nilai matematikanya selalu 80 bahkan bisa 100, kamu 75 saja terus. Makanya, jangan hanya nyanyi atau menggambar gambar saja, ayo dong pelajarannya. Kamu seperti ini pasti karena tidak terlalu rajin belajarnya," tutur dr Kresno.
Tanda-tanda lain yakni menuntut berlebihan. Artinya jika anak mendapatkan nilai yang tidak sesuai keinginan orang tua di salah satu mata pelajaran, maka mereka akan di marahi.
Hal ini biasanya berujung dengan menyuruh anak untuk melakukan les atau sekolah tambahan di luar jam sekolah.
"Nah, pola-pola demikian seperti menuntut berlebihan dan tanpa memandang subjektivitas dalam setiap proses belajar mengajar pada anak. Akan membuat anak stres nantinya," ungkap penulis buku bertajuk
Before The Tainbow Comes ini.
Terakhir adalah dominasi dalam segala hal. Ini juga merupakan tanda-tanda bahwa Anda termasuk
toxic parents.Sekali lagi, tutur dr Kresno orang tua bisa mengatakan bahwa ia melakukan ini dengan tujuan baik, bagus. Tapi ia melupakan perasaan anak.
"Seperti tujuan keduanya sama atau tidak. Atau anak senang atau tidak melakukan hal demikian dan lainnya," pungkasnya.
Baca juga: Pahami Perasaan Anak, Kunci Parenting Shireen Sungkar(est)