LANGIT7.ID - , Jakarta - Motivator dan guru Tamil, Sabarimala Jayakanthan memegang Kiswah, kain penutup Kakbah, dan mengumumkan dirinya telah masuk Islam. Ia pun mengubah namanya menjadi Fatima Sabarimala di Mekah, ketika menjalani umrah pertamanya.
“Saya bertanya pada diri sendiri mengapa ada begitu banyak kebencian terhadap Muslim di dunia? Saya mulai membaca Quran sebagai orang yang netral. Kemudian saya mengetahui kebenarannya. Sekarang saya mencintai Islam lebih dari diri saya sendiri.” kata Fatima pada kunjungan pertamanya ke Mekah.
Baca juga: Jadi Mualaf, Mantan Bek Timnas Portugal ini Merasa Lahir Kembali“Merupakan hak istimewa dan kehormatan besar untuk menjadi seorang Muslim,” kata Fatima seperti dikutip dari The Siasat Daily, Selasa (26/4/2022).
Fatima pun meminta umat Islam untuk mengenalkan Al-Quran kepada semua orang.
“Kalian memiliki 'Buku' (Al-Quran) yang menakjubkan, mengapa kamu menyembunyikannya di rumahmu. Dunia harus membaca ini,” katanya di Mekah.
Wanita kelahiran Madurai, 26 Desember 1982 ini menyelesaikan pendidikannya di Dindigul, Tamil Nadu dan mengajar di Elleri School sejak tahun 2022.
Namun, kemudian ia berhenti mengajar di sekolah negeri dan mengatakan negaranya lebih penting dibanding pekerjaannya.
Fatima dikenal publik sebagai publik figur yang memperjuangkan sistem pendidikan tunggal di sleuruh India. Ia bahkan menentang ujian NEET karena dianggap tidak adil dalam sistem pendidikan di negara tersebut.
Dalam aksinya, Fatima melakukan mogok makan dan menuntut pembatalan ujian NEET sampai ada sistem pendidikan umum yang diterapkan di India.
Baca juga: Yayasan Mualaf Beli Gereja di Klaten untuk Masjid Isa Al-MasihDiketahui, Fatima telah memperjuangkan kesetaraan pendidikan dan perlindungan hak-hak anak perempuan dan perempuan sejak 2002.
Motivator pendidikan ini mendirikan organisasi yang dinamakan "Vision 2040" pada tahun 2017 di Tamul Nadu. Tujuan pendiriannya adalah untuk melindungi anak perempuan dan membawa sistem pendidikan tunggal.
(est)