LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH Reza Ahmad Zahid (Gus Reza), membagikan tiga tips menghindari berita bohong alias hoaks. Ia menyebut tips itu dengan 3T yakni Tabayyun, tawaqquf, dan tajannubudzdzan.
Tabayyun Gus Reza mengutip surah Al-Hujurat ayat 6. Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.' Ibnu Asyur saat menafsirkan ayat ini mengatakan, setiap kali kita melakukan syahadah atau riwayah, kesaksian ataupun periwayatan, maka sudah menjadi satu keharusan, menerima segala kabar, menerima segala berita, harus di-tabayyun terlebih dahulu.
Tawaqquf Tawaqquf adalah sikap atau perbuatan menahan diri dan tidak langsung mempercayai kabar yang diterima. Ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Isra' ayat 36:
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." Gus Reza mengatakan, ketika mendapat kabar harus diverifikasi terlebih dahulu. Ini agar seseorang tidak terjebak pada rantai hoaks yang beredar. Terlebih lagi, dari segi adab, seseorang tidak boleh mengatakan sesuatu yang belum ia ketahui kebenarannya.
Imam Ghazali pernah mengatakan, ketika orang-orang yang tidak tahu atau tidak memiliki ilmu itu diam saja, tidak banyak bicara, dan berkomentar, niscaya pertikaian dan perbedaan pendapat di antara manusia akan terminimalisasi.
“Karut-marut permasalahan yang kita rasakan saat ini, termasuk faktornya adalah mereka orang-orang yang tidak tahu tentang duduk permasalahan, ikut menge-share, mereka ikut berkomentar. Sehingga mereka menjadi komentator-komentator yang zonk tentang pengetahuan. Na’udzubillahi min dzalik,” kata Gus Reza.
Tajannubudzdzan Tajannubhdzdzan yakni menjauhi asumsi atau prasangka. Allah SWT berfirman dalam Al-Hujurat ayat 12:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang."
(sof)