LANGIT7.ID, Magetan - Dinding maya sempat dihebohkan dengan viralnya video shalat tarawih 8 jam dengan di Pondok Pesantren Al- Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur. Imam shalat tarawih merupakan penghafal Al-Qur’an yang membaca 30 juz lengkap semalam suntuk.
Salah satu santri yang jadi Imam di Masjid Darussalam Ponpes Al-Fatah adalah Hasan Basri bin Abdurrahim. Dia merupakan santri yang sudah hafal 30 juz sejak masih berusia 7 tahun. Hal tersebut diketahui dari video yang dibagikan Ustadz Derry Sulaiman di media sosial.
“Imamnya, beliau adinda Hasan Basri beliau sendiri yang mengimami dari Isya sampai subuh, 30 juz tanpa salah. Beliau sekarang sedang belajar di Pondok Pesantren Al-Fatah Magetan, Jawa Timur,” kata Derry Sulaiman.
Tradisi shalat tarawih semalam suntuk ini sudah berlangsung selama 10 tahun. Para peserta tidak hanya dari kalangan santri saja, tapi juga warga sekitar, bahkan ada dari luar kota.
Baca Juga: Panduan Jadi Imam Tarawih untuk Pemula
Shalat tarawih 8 jam itu mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an. Lalu, ada kelompok tarawih membaca 20 juz da 10 juz Al-Qur’an. Untuk kelompok tarawih 30 juz, makmumnya tidak terlalu banyak. Hanya puluhan saja. Sebab, setiap makmun dan imam harus sama-sama hafal Al-Qur’an.
Biasanya, kelompok 30 juz itu memiliki 6 imam setiap malam. Mereka akan bergantian membacakan 30 juz Al-Qur’an dalam 20 rakaat shalat tarawih. Jadi, setiap imam kebagian membaca 5 juz Al-Qur’an.
Sementara, untuk kelompok 20 juz dan 10 juz, jumlah jamaahnya lebih banyak. Sebab, makmum maupun imam bisa sambil memegang Al-Qur’an saat shalat. Tiga kelompok itu akan beristirahat sejenak setiap pergantian imam.
Masjid Darussalam Pondok Pesantren Al- Fatah ini terletak di di desa Temboro, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur. Pondok Pesantren ini dipimpin oleh KH Umar Fathullah dan KH Ubaidillah Ahror. Jumlah santri di pondok ini mencapai 17 ribuan.
Baca Juga: Sejarah Shalat Tarawih, Sunnah yang Dipopulerkan Umar bin Khattab
Santri tidak hanya berasal dari Indonesia saja, tapi ada juga dari luar Negeri seperti Malaysia, Singapura, Australia, Somalia, sampai Suriname.
Wilayah di mana pondok pesantren ini berada juga memiliki julukan Kampung Madinah. Sebab, mayoritas wanita di daerah seluas 50 hektar mengenakan pakaian warna hitam serta cadar. Di desa ini termasuk lengkap dan unik, karena ada mesin ATM hampir semua macam bank.
(jqf)