LANGIT7.ID - , Jakarta - Deddy Corbuzier menuai kritik setelah mengundang pasangan gay, Ragil Mahardika dan Frederik Vollert ke Podcast-nya. Video tersebut diunggah ke akun Youtube milik Deddy dengan judul "Tutorial Jadi Gay di Indo. Kami Happy Loh - Ragil and Fred", Sabtu (7/5/2022).
Sontak unggahan tersebut menarik perhatian warganet. Hingga saat ini video tersebut sudah ditonton lebih dari 5 juta view.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau dikenal dengan Buya Yahya mengatakan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) adalah penyakit yang amat mengerikan.
Baca juga: Aila: Pengaturan Kebebasan Seksual dan LGBT di Indonesia Belum UsaiNamun, penyakit yang menyukai sesama jenis kelamin ini bisa disembuhkan dengan cara menyayangi mereka. Sebab, bila pelaku LGBT tidak disayangi, nanti yang menjadi korban adalah anak-anak generasi penerus.
Lalu, bagaimana cara menyayangi LGBT, mereka yang memiliki mental rusak?
"Cara menyayanginya adalah dengan menegakkan undang-undang bahwa perilaku itu tidak benar. Ini penyakit," kata Buya Yahya seperti dikutip dari kanal Youtube Al Bahjah TV, Senin (9/5/2022).
Menurut Buya Yahya, menegaskan undang-undang adalah salah satu jalan menolong LGBT. Tunjukkan bahwa Islam melarang perilaku LGBT sebagai perbuatan haram dan dosa besar.
"Menyayanginya adalah dengan menjelaskan dan memberitahu bahwa perbuatan itu haram, dosa besar. Karena di antara mereka (LGBT) bukan penjahat-penjahat saja, tapi ada juga orang yang lembut hatinya," sambung Buya Yahya.
Dia melanjutkan, bila pelaku sudah mengerti perilaku tersebut dilarang agama, nantinya akan mudah diobati. Selanjutnya adalah kembali kepada iman.
"Tidak ada seorang laki-laki tertarik dengan laki-laki, kemudian bangkit syahwatnya. Apa yang bisa menghentikannya? Iman. Merasa takut pada Allah. Bila tidak bisa, berarti tidak ada iman," tegas ulama kelahiran 10 Agustus 1973 ini.
Baca juga: Lebih Bahaya dari Covid-19, Konten LGBT di Internet Harus Diblokir KominfoBuya Yahya mengandaikan hubungan zinah perempuan dan laki-laki yang bisa dicegah dengan rasa takut pada Allah SWT. Kondisi ini sama halnya dengan perilaku menyimpang seperti LGBT yang bisa dicegah dengan meningkatkan iman dan takut pada Allah SWT akan perbuatannya itu.
"Sekarang tidak usah berbicara laki-laki senang dengan laki-laki atau perempuan senang dengan perempuan. Buat yg normal saja, laki-laki suka dengan perempuan dan timbuh syahwat, apakah kemudian harus langsung berhubungan?" tanyanya.
"Selagi belum istrinya ngapain? Ada yang bisa menghalanginya, karena takut pada Allah SWT. Ini sama sebetulnya dengan LGBT, karena ini sama-sama haram," lanjut Buya Yahya.
Cara selanjutnya untuk mengobati LGBT adalah dengan mencoba yang halal. Menurut Buya Yahya, pelaku LGBT itu berasal dari orang normal yang dilatih dan mencoba, hingga akhirnya ketagihan.
"Mencoba yang haram saja bisa kenapa tidak bisa dengan mencoba yang halal?" tanya Buya Yahya.
Lalu, apakah bagi LGBT harus menunggu sembuh dulu sebelum menikah?
"Tidak harus tunggu sembuh, menikah sekarang juga. Biar pun Anda memiliki kelainan, menikahlah. Tapi jangan tunjukkan pada pasangan bila Anda memiliki kelainan," jelasnya.
Mengobatinya adalah dengan kembali menjadi normal seperti dulu, sebelum Anda mencoba ke dalam perilaku LGBT. Secara halus dan perlahan.
"Cara berobatnya adalah dengan takut kepada Allah SWT. Sebelum ajal menjelang, yang punya penyakit LGBT, segera kembali kepada Allah SWT. Allah Maha luas pengampunannya, maha pengasih, jauhi itu semua." tanda Buya Yahya.
Menurut Buya Yahya, orang homo itu awalnya homo pasif bukan aktif, namun karena dilatih terus menerus maka mencoba. Karena itu, cara mengobatinya adalah dengan meningkatkan rasa takut pada Allah SWT.
Baca juga: LGBT Marak di Medsos, UAS: Pemimpin Harus Buat Aturan Jaga Moral Masyarakat"Bila masih senang dengan sesama jenis juga itu adalah tantangannya. Semakin besar ujianmu maka semakin besar pahalamu." sambungnya.
"Setiap mulai senang dengan laki-laki, segera pulang ke tempat istri. Ini adalah yang paling baik. Syahwatnya masih ada, tapi diperangi."
Singkatnya, yang membentengi dari perilaku LGBT ini adalah rasa takut pada Allah SWT. Kembali pada fitrah secara perlahan dan hindari juga jauhi perilaku ini.
(est)