LANGIT7.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU)
Kementerian Agama terus mempersiapkan layanan bagi
jamaah haji. Proses finalisasi dipercepat, khususnya setelah adanya kepastian jumlah kuota jamaah Indonesia.
Dirjen PHU Hilman Latief mengatakan waktu yang tersedia untuk finalisasi penyiapan layanan tidak banyak. Sebab, Pemerintah
Arab Saudi baru mengumumkan kepastian kuota pada pertengahan April 2022 atau sepekan sebelum libur dan cuti Lebaran.
Baca Juga: Daftar Nama Calon Jemaah Haji Berangkat 2022, Cek Link IniDi samping itu, jamaah kloter pertama akan diberangkatkan pada 4 Juni 2022. Layanan jamaah terbagi dalam dua kategori besar, yaitu layanan dalam negeri dan layanan di luar negeri (selama jamaah berada di Arab Saudi). Berikut rinciannya, melansir dari situs resmi Kementerian Agama, Selasa (10/5/2022).
Layanan Dalam Negeri1. Jemaah akan menerima sejumlah layanan, mulai dari pemberkasan, hingga layanan keberangkatan dan kepulangan di asrama haji.
2. Layanan di dalam negeri dimulai dengan pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersama Komisi VIII DPR hingga terbit Keputusan Presiden. Selanjutnya, Ditjen PHU mengidentifikasi jamaah berhak berangkat sesuai dengan jumlah kuota yang telah ditetapkan Arab Saudi.
3. Jamaah yang telah ditetapkan berhak berangkat, bisa segera melakukan konfirmasi keberangkatan ke bank tempat jamaah mendaftar.
4. Layanan Haji Dalam Negeri saat ini sedang memfinalisasi proses kontrak kerja sama dengan maskapai yang akan memberangkatkan dan memulangkan jemaah haji Indonesia. Ada dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Sebagai informasi, jamaah haji reguler rencananya akan terbagi dalam 241 kloter dan diperkirakan akan diberangkatkan dalam 236 penerbangan dengan kedua maskapai tersebut.
5. Asrama penginapan selama 1 x 24 jam, pemeriksaan akhir kesehatan, pemberian gelang identitas, pemberian paspor, pemberian living cost (uang saku) serta pemantapan manasik haji.
6. Jamaah sebelum berangkat akan mendapat layanan konsumsi tiga kali makan dan dua kali snack. Saat kembali ke Tanah Air, jamaah akan mendapat satu kali makanan ringan atau snack.
Baca Juga: Kloter Pertama Berangkat 4 Juni, Kemenag Kebut Persiapan HajiLayanan di Saudi1. Layanan akomodasi disiapkan dengan mengacu pada standar kualitas hotel, jarak ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, wilayah, harga, serta kemudahan akses transportasi bus shalawat (khusus di Makkah), dan distribusi katering. Di Makkah, hotel jamaah rencananya dibagi dalam lima wilayah, antara lain Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Jarwal & Misfalah. Sementara di Madinah, hotel jemaah ada di wilayah Markaziyah atau kawasan terdekat dari Masjid Nabawi. Hotel jamaah dibagi dalam tiga wilayah, yaitu Syimaliyah, Janubiyah, dan Gharbiyah.
2. Fasilitas hotel, beserta air mineral (1 liter dalam kemasan botol per hari untuk satu jemaah), handuk, selimut, peralatan mandi, mesin cuci dan pergantian sprei serta sarung bantal. Pihak hotel akan menyiapkan air zamzam dalam kemasan galon (dispenser).
3. Terkait konsumsi, jemaah haji 1443 H akan mendapat layanan makan sebanyak maksimal 119 kali. Jumlah ini terdiri atas 75 kali layanan konsumsi di Makkah, 27 kali di Madinah, 16 kali di Arafah-Mina-Muzdalifah atau Armuzna (termasuk 1 paket snack Muzdalifah) dan satu kali makan di bandara Jeddah (saat kedatangan/ kepulangan). Jamaah juga akan mendapatkan paket kelengkapan konsumsi selama di Makkah, Madinah, dan Armuzna berupa kopi, teh, gula, saus sambal, kecap, sendok serta gelas kaca.
Daftar nama calon jamaah haji 2022 bisa dicek
di sini.
Baca Juga:
Kemenag Rilis Daftar Nama Calon Jemaah Haji yang Berangkat 2022
Berangkat ke Saudi, Kemenag Finalisasi Layanan Katering Haji(asf)