LANGIT7.ID, Jakarta - Seorang muslim berhak memilih muslimah salihah sebagai calon istrinya. Setidaknya, ada 4 kriteria yang wajib dimiliki calon istri seperti dianjurkan Nabi Muhammad SAW.
Berikut adalah 4 kriteria calon istri idaman pilihan pria, sesuai ajaran Islam.
Baca Juga: Sunnah Menikah di Bulan Syawal, Pahami Ciri Pria yang Sudah Siap1. Paras kecantikanPendakwah Buya Yahya menjelaskan, seorang muslim boleh memilih calon pasangannya berdasarkan paras kecantikan. Namun, hal ini tidak menjadi satu-satunya ukuran utama dalam kriteria calon istri dalam Islam.
Sebab, paras akan termakan waktu di mana setiap manusia akan mengalami proses penuaan. Paling tidak, paras kecantikan ini diharapkan dapat menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga dan membuat seorang suami selalu bersyukur.
2. HartaTernyata Islam juga menaruh kriteria harta atau kekayaan pada salah seorang calon pasangan, baik suami maupun istri. Namun, harta dan kekayaan ini bukan berarti setiap pasangan harus materalistis.
Harta sendiri dianggap penting untuk setidaknya mencukupi kebutuhan hidup selama berumah tangga. Kendati demikian, harta adalah titipan dari Sang Khalik, sehingga harus betul-betul dimanfaatkan sesuai dengan ajaran Islam.
3. Nasab Nasab ini berarti keturunan atau pertalian dalam sebuah keluarga. Nasab akan mempengaruhi sifat seorang wanita.
"Kriteria nasab ini mencerminkan sifat seorang wanita, sehingga harus betul-betul dipilih seorang wanita memiliki sifat mulia," ungkap Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini dikanal YouTubenya.
Selain itu, nasab disebut dapat menjadi bahan pertimbangan atau penilaian terkait bebet, bibit, dan bobot calon istri.
4. AgamaAgama bukan hanya soal alimah, melainkan rasa patuh dalam diri wanita terhadap syariat. Artinya, kekurangan dalam diri seorang wanita bukanlah tolok ukur pasti.
"Terpenting adalah patuh terhadap syariat, sekalipun dia tidak mengerti ataupun masih belepotan baca Al-Quran, atau mungkin hukum fikih pun pas-pasan," katanya.
Seperti disebutkan para ulama, bahwa wanita yang patuhnya luar biasa terhadap syariat, maka dia adalah wanita salihah. Dengan begitu, hati seorang wanita bisa dimasukkan dengan berbagai kemuliaan.
Bahayanya, lanjut dia, wanita yang tidak patuh lantas membangkang kepada suami. Menurutnya, wanita seperti ini lebih pantas dengan calon suami yang serupa (memiliki sifat kurang baik).
"Kalau wanita tidak bisa dibimbing, maka dia cocoknya (berpasangan) dengan pria yang tidak punya insaf. Jadi dasarnya adalah wanita baik bertemu dengan laki-laki yang baik pula," tegasnya.
(bal)