LANGIT7.ID, Jakarta - Pemprov Jawa Barat meningkatkan pengawasan terhadap arus peredaran hewan kurban Idul Adha 1443 Hijriah. Pengawasan dilakukan guna mengantisipasi kemunculan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah jatuh pada 9 Juli 2022. Menjelang tanggal tersebut, permintaan hewan kurban mengalami peningkatan.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, Pemprov telah membentuk Satuan Tugas PMK. Lalu berkoordinasi dengan para bupati/wali kota untuk memantau distribusi hewan ternak di Jawa Barat.
Baca Juga: Penyakit PMK pada Ternak, Jateng Bentuk Tim Unit Reaksi Cepat"Agar diperiksa apakah sudah lulus kesehatan dari tempatnya berangkat atau tidak. Kalau tidak, kami dengan berat hati akan memulangkannya kembali ke daerah asalnya," kata Uu, di Kota Bandung, Jumat (13/5/2022).
Selain itu, imunisasi terhadap hewan ternak juga terus diupayakan demi menjaga kesehatan masyarakat menjelang hari raya Idul Adha. Adapun antisipasi dilakukan sejak saat ini, kata dia, karena tak jarang para pengusaha mulai mendistribusi hewan ternak jauh-jauh hari sebelum Idul Adha tiba.
"Karena kalau beli (hewan kurban) dekat-dekat (Idul Adha) keuntungannya lebih sedikit. Maka persiapan pemerintah juga dimulai dari sekarang. Jadi ketika para pengusaha mulai bergerak, kita siap mengawasi," ucapnya.
Baca Juga: Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dari Wabah PMKUu menuturkan, kebutuhan daging Jawa Barat pada dasarnya memang sudah cukup tinggi. Terutama di kota-kota besar didorong taraf hidup masyarakatnya.
“Sampai hari ini memang belum ditemukan (temuan) yang signifikan, tapi selesai Lebaran para pengusaha mulai kembali bergerak di sektor perternakan, saat pengusaha bergerak, kami sudah siap," tutur dia.
Baca Juga: Mendagri Kantongi 3 Nama Calon Pj Gubernur Pengganti Anies Baswedan(zhd)