LANGIT7.ID - , Jakarta - Menunaikan haji merupakan salah satu rukun iman kelima yang wajib di laksanakan oleh umat muslim.
Namun, semua orang tahu untuk berangkat ke Tanah Suci Mekkah memerlukan biaya yang besar, sehingga tidak semua orang memiliki uang untuk hal tersebut.
Melansir dari laman Islamic Information, Sabtu (14/5/2022), jurnalis Kuwait Nayef Al Rashidi membagikan kisah seorang jemaah dari Afrika yang menjual rumah satu-satunya untuk bisa beribadah umrah.
Baca juga: Umrah Bulan Ramadhan Perkuat Rasa Empati dan SyukurVideo viral yang dibagikan melalui media sosial Twitter ini mendapat banyak respons dari warganet. Lalu, bolehkah melakukan perjalanan ibadah umrah dengan menjual rumah sendiri?
Ketua Sekolah Tinggi Al Anwar (STAI) Sarang Rembang sekaligus pengasuh Pesantren Al Anwar 3, KH Abdul Ghofur Maimoen mengatakan menunaikan ibadah haji hanya wajib bagi mereka yang mampu.
Dalam surah Ali-Imran ayat 97 dikatakan,
وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ
Artinya, "...mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS. Ali Imran: 97).
Menurut dia, mampu artinya memiliki harta yang melebihi untuk kehidupan yang layak. Anjuran Islam pertama kali adalah agar umatnya hidup dalam keadaan layak.
"Setelah ini terpenuhi, baru mereka berkewajiban haji," ujar Abdul Ghofur dilansir dari Pesantren Virtual.
Baca juga: Merinding, Yura Yunita Ungkap Keajaiban saat UmrahKata Nabi Muhammad, seorang mukmin yang kuat lebih disenangi oleh Allah SWT ketimbang mukmin yang lemah.
Lebih lanjut, Abdul Ghofur berkata banyak muslim Indonesia yang menjual tanahnya, atau hewan ternaknya demi berangkat haji, sementara kehidupannya sendiri belum bisa dikatakan layak.
Dan juga banyak mereka yang sebetulnya masih membutuhkan biaya untuk pendidikan anaknya. Nah, hal demikian tidak dibenarkan.
"Karena itu, jika Anda dan keluarga membutuhkan rumah itu untuk biaya pendidikan putra/i Ibu, maka rumah tersebut jangan dijual," katanya.
"Haji yang mabur selalu dimulai dari cara yang benar. Menjual rumah yang dibutuhkan untuk kehidupan yang layak, termasuk biaya untuk anak-anak, adalah cara yang tidak benar," lanjut Abdul Ghofur.
Baca juga: Sejumlah Agen Travel Umrah Mulai Berangkatkan JamaahKemudian, Abdul Ghofur berkata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT masih banyak jalannya. Memang haji adalah diantara jalan yang mulia, tapi ia tidak bisa ditempuh dengan cara yang tidak benar.
"Sungguh mulia niat Anda. Saya percaya Allah akan membalas niat tersebut seperti mereka yang telah melaksanakan ibadah haji. Kata Nabi Muhammad, barang siapa berniat melakukan amal baik, dan ia tidak mengerjakannya maka Allah telah mencatatnya sebagai perbuatan baik," pungkasnya.
(est)