LANGIT7.ID, Jakarta -
Umrah sekeluarga banyak jadi pilihan keluarga muslim untuk bisa
quality time ibadah di tanah suci bersama seluruh anggota keluarga. Mau tidak mau anak-anak juga harus ikut. Ada banyak tantangan mengajak anak untuk
umrah, mengingat umrah bukan ibadah yang ringan.
Pebisnis dan Aktivis Sosial, Iim Fahima Jahja, memberikan beberapa tips bagi orang tua muslim yang hendak melaksanakan umrah bersama anak. Tips tersebut berdasarkan pengalaman Fahima saat umrah bersama mertua dan anak-anaknya.
1. Masuk Usia MumayyizSaat itu, anak Fahima sudah berada pada usia yang sudah disiapkan untuk kenalan dengan Tanah Suci. Anaknya sudah bisa mandiri dalam banyak hal,
common sense-nya sudah jalan dan bisa membantu orang tua jika membutuhkan sesuatu.
"Usia yang udah paham diajak ngobrol dan tenaganya ga minimalis meski anak-anak," kata Fahima di akun facebook-nya, Selasa (24/5/2022).
Baca Juga: Haji atau Umrah Dulu Bila Uang Pas-pasan? Ini Kata Buya Yahya
Dalam Islam, rentang usia seorang anak sudah bisa diajak berkomunikasi tahu baik dan buruk disebut usia
mumayyiz. Rata-rata usia
mumayyiz di umur 7 tahun sebelum anak memasuki akil baligh.
2. Kesiapan Fisik dan Mental AnakSelain itu, faktor kesiapan fisik dan mental jadi pertimbangan karena umrah bukan ibadah ringan, apa lagi buat anak-anak. Apalagi, tutur Fahima, tiap hari jalan ke masjid sebanyak 4 kali. Tahajud dan Subuh nyambung Dhuha, Dzuhur, Ashar, Maghrib disambung Isya.
"Bangun tidur jam 3 pagi, langsung ke masjid. Selesai Isya jam 09.00 malam, dinner, bobok. Memang semua aktivitas Itu ga diwajibkan, tapi kalo udah sampe Madinah dan Makkah, kan sayang kalo shalatnya cuma di kamar hotel. Prinsip saya begitu," tutur Fahima.
Saat Umrah, Fahima tinggal di hotel yang berada di samping masjid. Dengan posisi seperti itu saja, berdasarkan dari apps gawai, dia jalan kaki kurang-lebih 7-10 km per hari. Saat umrah berlangsung, thawaf dan sai, jalan kaki bahkan mencapai 14 km.
3. CuacaFaktor cuaca perlu menjadi perhatian orang tua. Kalau pergi setelah bulan Maret, cuaca antara 40-49°C. Ini juga bukan hal mudah. Jangankan anak-anak, buat orang dewasa pun harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk khusyuk beribadah. Kalau mau adem, bisa berangkat pada November-Februari.
4. Kesiapan Fisik dan Mental Orang Tua"Nah
above all, sebetulnya yang utama adalah persiapan fisik mental orang tuanya, siap ga membersamai anak menjalani proses? Jangan karena kita capek, lalu anak jadi korban yang berujung sekeluarga ga menikmati prosesnya," tutur Fahima.
Baca Juga: Merinding, Yura Yunita Ungkap Keajaiban saat Umrah
Fahima berusaha mengkondisikan masa umrah di tanah suci sebagai masa yang menyenangkan. Meski ibadahnya berat, tapi dibawa ringan. Diantara waktu shalat, anak-anak bebas jajan. Intinya, apa yang mereka senang, kata Fahima, selama tidak mengganggu kesehatan dan masuk akal, dituruti saja.
"Semua yang saya
share, adalah standard saya ya. Kalau Anda mau bawa anak umur 2 tahun juga monggo saja, yang penting orangtua paham 'medan perang'nya dan siap tarik ulur. Kalo urusan mengenalkan ibadah pada anak, prinsip saya satu: gimana caranya supaya anak-anak menikmati ibadah, bukan malah trauma ibadah," kata Fahima.
(jqf)