Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Kemenkes Ungkap Cara Pencegahan Cacar Monyet

ummu hani Jum'at, 27 Mei 2022 - 20:35 WIB
Kemenkes Ungkap Cara Pencegahan Cacar Monyet
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya wabah cacar monyet atau monkeypox tersebar di 12 negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Bahkan, virus ini diperkirakan bakal menyebar ke berbagai negara lainnya.

Oleh sebab itu, WHO menetapkan cacar monyet saat ini menjadi penyakit memerlukan perhatian masyarakat global. Terlebih, sebagian besar kasus dilaporkan dari pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara endemis.

Baca Juga: MUI Akan Terbitkan Fatwa Hewan Kurban Terpapar PMK

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Mohammad Syahril mengatakan sejauh ini belum ada laporan kasus. Meski demikian, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan monkeypox ini.

"Sebab sebagian kasus berhubungan dengan adanya keikutsertaan pada pertemuan besar yang dapat meningkatkan risiko kontak baik melalui lesi, cairan tubuh, droplet, dan benda yang terkontaminasi," ujar dr. Syahril dalam keterangan resminya seperti dikutip Langit7.id, Jumat (27/5/2022).

Adapun upaya pencegahan untuk masyarakat, jika mengalami gejala demam dan ruam harap memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. Masyarakat juga diimbau mematuhi protokol kesehatan dengan menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga melakukan kewaspadaan dengan memperbarui situasi dan frekuensi question (FAQ) terkait monkeypox yang dapat diunduh melalui https://infeksiemerging.kemkes.go.id/. Kemenkes turut menyiapkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap wilayah melalui dinas kesehatan, kantor kesehatan pelabuhan, dan rumah sakit.

Baca Juga: Pakar WHO Duga Cacar Monyet Terjadi dari Seks Pria Gay

Revisi pedoman pencegahan dan pengendalian cacar monyet pun dilakukan untuk menyesuaikan situasi dan informasi baru dari WHO. Khususnya mengenai surveilans, tatalaksana klinis, komunikasi risiko, dan pengelolaan laboratorium.

Diketahui, monyet disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis. Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet pada 1958. Sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970.

Masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 sampai 16 hari tetapi dapat mencapai 5 sampai 21 hari. Fase awal gejala yang terjadi pada 1 sampai 3 hari yaitu demam tinggi, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.

Pada fase erupsi atau fase paling infeksius, terjadinya ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Secara bertahap mulai dari bintik merah seperti cacar makulopapula, lepuh berisi cairan bening (blister), lepuh berisi nanah (pustule), kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok. Adapun penularannya melalui kontak erat dengan hewan atau manusia yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi virus.

Baca Juga:

WHO: 92 Kasus Cacar Monyet Teridentifikasi di 12 Negara

Wabah Cacar Monyet, Kenali Gejala dan Penularannya


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)