LANGIT7.ID, Jakarta -
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya wabah cacar monyet atau
monkeypox tersebar di 12 negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris. Bahkan, virus ini diperkirakan bakal menyebar ke berbagai negara lainnya.
Oleh sebab itu, WHO menetapkan
cacar monyet saat ini menjadi penyakit memerlukan perhatian masyarakat global. Terlebih, sebagian besar kasus dilaporkan dari pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara endemis.
Baca Juga: MUI Akan Terbitkan Fatwa Hewan Kurban Terpapar PMKJuru Bicara
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Mohammad Syahril mengatakan sejauh ini belum ada laporan kasus. Meski demikian, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan
monkeypox ini.
"Sebab sebagian kasus berhubungan dengan adanya keikutsertaan pada pertemuan besar yang dapat meningkatkan risiko kontak baik melalui lesi, cairan tubuh, droplet, dan benda yang terkontaminasi," ujar dr. Syahril dalam keterangan resminya seperti dikutip Langit7.id, Jumat (27/5/2022).
Adapun upaya pencegahan untuk masyarakat, jika mengalami gejala demam dan ruam harap memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat. Masyarakat juga diimbau mematuhi protokol kesehatan dengan menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.
Selain itu, Kementerian Kesehatan juga melakukan kewaspadaan dengan memperbarui situasi dan frekuensi question (FAQ) terkait monkeypox yang dapat diunduh melalui https://infeksiemerging.kemkes.go.id/. Kemenkes turut menyiapkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan di setiap wilayah melalui dinas kesehatan, kantor kesehatan pelabuhan, dan rumah sakit.
Baca Juga: Pakar WHO Duga Cacar Monyet Terjadi dari Seks Pria GayRevisi pedoman pencegahan dan pengendalian cacar monyet pun dilakukan untuk menyesuaikan situasi dan informasi baru dari WHO. Khususnya mengenai
surveilans, tatalaksana klinis, komunikasi risiko, dan pengelolaan laboratorium.
Diketahui, monyet disebabkan oleh virus
human monkeypox (MPXV)
orthopoxvirus dari famili
poxviridae yang bersifat
highlipatogenik atau
zoonosis. Virus Ini pertama kali ditemukan pada monyet pada 1958. Sedangkan kasus pertama pada manusia (anak-anak) terjadi pada tahun 1970.
Masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 sampai 16 hari tetapi dapat mencapai 5 sampai 21 hari. Fase awal gejala yang terjadi pada 1 sampai 3 hari yaitu demam tinggi, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.
Pada fase erupsi atau fase paling infeksius, terjadinya ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Secara bertahap mulai dari bintik merah seperti cacar makulopapula, lepuh berisi cairan bening (
blister), lepuh berisi nanah (
pustule), kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok. Adapun penularannya melalui kontak erat dengan hewan atau manusia yang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi virus.
Baca Juga:
WHO: 92 Kasus Cacar Monyet Teridentifikasi di 12 Negara
Wabah Cacar Monyet, Kenali Gejala dan Penularannya(asf)