LANGIT7.ID - , Jakarta - Perbedaan suhu yang esktrim ditambah kelembaban yang rendah di Arab Saudi, memicu potensi
dehidrasi bagi jemaah haji.
Koordinator Promosi Kesehatan PPIH Bidang Kesehatan, dr Edi Supriyatna mengimbau calon jemaah haji untuk menjaga diri agar selalu terhidrasi dengan baik, khususnya saat menjalankan ibadah haji di
Arab Saudi.
Baca juga: Cuaca di Indonesia Panas, Waspada Tubuh Kena Heat Strokedr Edi menambahkan, kondisi tersebut dapat mengarah pada kondisi yang lebih parah yaitu
heat exhausted bahkan
heat stroke. Karena itu dibutuhkan asupan mineral yang cukup untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
“Kunci Dehidrasi adalah
mineral loss, jadi harus minum air yang dicampur elektrolit, jangan tunggu haus” ujar dr. Edi seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Senin (30/5/2022).
Bukan sebagai obat diare, fungsi elektrolit di sini sebagai pengganti mineral yang hilang selama menjalani aktivitas di tengah cuaca terik dengan kelembaban minim.
Karena itu, dr Edi menyarankan untuk mengonsumsi elektrolit setelah melakukan aktivitas di luar. Caranya dengan mencampurkan satu sachet oralit dengan 600 ml air.
Di samping itu, jemaah juga harus minum air sebanyak 5-6 botol sehari dengan takaran 600 ml per botol.
Baca juga: Arab Saudi Dilanda Panas Ekstrem, Jamaah Haji Diimbau Lakukan IniLebih lanjut, dr. Edi menyampaikan untuk melengkapi dengan alat pelindung diri (APD) untuk menghidari paparan terik matahari. Salah satunya dengan menggunakan topi dengan bibir (pinggiran) yang lebar sehingga kepala bisa terhindar dari sengatan langsung.
Selain itu juga jemaah diminta untuk sering menyemprot bagian tubuh yang terpapar pajanan matahari langsung, terutama muka dan tangan. Jemaah juga diminta untuk menggunakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat, serta selalu menggunakan alas kaki saat bepergian.
“Edukasi ini harus dijalankan mulai dari sekarang, sebelum jemaah haji berangkat” tutup dr. Edi.
(est)