LANGIT7, Denpasar - Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai koalisi antara
Partai NasDem dan Partai Gerindra untuk
Pemilu 2024 memiliki peluang kecil. Meskipun, kata dia, ketua umum partai tersebut, Surya Paloh dan Prabowo Subianto memiliki hubungan dekat.
Umam menilai Ketua Umum DPP Partai NasDem
Surya Paloh dan Ketua Umum DPP
Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki cara pandang dan model pendekatan berbeda dalam berpolitik. Dia mengatakan Surya Paloh juga merupakan salah satu ketua umum parpol koalisi pemerintah yang keberatan dengan usulan masuknya Prabowo ke dalam susunan Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Pertahanan.
Baca Juga: Ini 6 Arahan Presiden Jokowi Terkait Pemilu 2024"Ingat, salah satu pihak yang terus mengingatkan bahaya eksploitasi politik identitas di Pilpres 2019, selain mantan presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), waktu itu adalah Surya Paloh," kata Umam melalui pesan tertulisnya yang diterima di Denpasar, Rabu (1/6/2022).
"Jadi, cairnya suasana silaturahmi Paloh dan Prabowo hari ini, sejatinya diletakkan di atas visi politik kebangsaan yang berbeda secara fundamental. Namun, dalam politik selalu ada kemungkinan," ujarnya.
Hubungan politik antara Surya Paloh dan
Prabowo Subianto, menurut dia, terbangun sejak keduanya menjadi kader Partai Golkar hingga kedua tokoh itu keluar dan membentuk partai masing-masing. Berbekal kedekatan itu, Umam meyakini pertemuan Surya Paloh dan Prabowo bukan hanya seremonial, tetapi juga terkait penjajakan koalisi menuju Pilpres 2024.
Baca Juga: Kapolri Sebut Pesta Demokrasi 2024 Akan Lebih Kompleks"Namun, kemungkinan itu semakin kecil tatkala ekspektasi keduanya sangat berbeda. Paloh salah satu ketua umum partai politik yang sejak awal ia ingin menjadi king maker, sehingga ia tidak mau langkahnya dikunci pihak-pihak yang ingin men-capres-kan diri mereka masing-masing," kata Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (IndoStrategic) itu.
Alasan itu juga yang menyebabkan Partai NasDem menolak bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu yang berisi Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Terlepas dari peluang koalisi yang kecil, Umam menilai pertemuan Prabowo dan Surya Paloh memiliki tujuan baik secara politik.
"Dalam konteks pertemuan Paloh-Prabowo, saya juga berkeyakinan Paloh menolak dikunci langkahnya demi pen-capres-an Prabowo," katanya.
Baca Juga: Survei: Ganjar Dekati Elektabilitas Prabowo, Anies Ketiga Puan Terbawah"Untuk meminimalkan potensi gesekan di akar rumput saat berbeda koalisi dalam kontestasi Pilpres 2024 nanti, sehingga proses rekonsiliasi politik pascapemilu 2024 bisa dilakukan lebih efektif," ujarnya. (Sumber:
Antaranews)
Baca Juga:
Survey Charta Politika: Ganjar Urutan Teratas, Prabowo Kedua
Garuda Boyong 241 Medali, DPR Apresiasi Atlet Indonesia
Penanganan Covid-19 di Indonesia Dapat Apresiasi Surya Paloh(asf)