LANGIT7.ID, Jakarta -
Gangguan jiwa dalam psikoreligi bersumber dari khauf yakni perasaan sedih, takut dan khawatir berlebihan. Hal inilah yang menjadi akar permasalahannya.
Dosen
Universitas Ahmad Dahlan, dr Agus Sukaca mengatakan, orang beriman bisa dianggap minim mengalami gangguan jiwa karena bisa mengatasinya dengan baik.
"orang-orang tanpa khauf adalah mereka yang mengikuti petunjuk Allah", kata Agus dikutip laman UAD, Rabu (1/6/2022).
Mereka yang beriman ialah yang gemar beramal sholeh, berserah diri, meyakini qadha dan qadar serta hari akhir, berbuat kebaikan dan menafkahkan hartanya di jalan Allah.
Baca Juga: Hukum Berutang ke Orang Gangguan Jiwa, Ternyata Wajib Dilunasi"Tidak! Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut (khauf) pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS Al-Baqarah ayat 112).
Menurut dia, ayat itu juga menjelaskan bahwa dengan iman dan amal salih, manusia akan mendapatkan perasaan aman dan membuat hati tenang. Endorfin atau hormon kebahagiaan menjadi berlimpah ruah, sehingga mendapatkan kehidupan yang baik.
Untuk mendapatkan nilai psikoreligi, kata dia, Al-Quran menjadi sarana yang tepat untuk digunakan. Seperti penelitian yang dilakukan Dr Ahmad Al-Qadhi di klinik besar Florida, Amerika Serikat, yang membuktikan bahwa mereka (nonmuslim) yang diperdengarkan lantunan ayat suci Al-Quran akan mendapatkan relaksasi lebih nyaman hingga 65 persen.
"Ada upaya untuk meningkatkan psikoreligi, yakni baca Al-Quran sebagai penyembuh dan rahmat, serta memperoleh ketenangan."
(bal)