LANGIT7.ID, Jakarta - Ketersediaan alas kaki merupakan bawaan penting saat menjalani ibadah
haji. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia mengimbau para jamaah haji senantiasa memaki sandal saat beraktivitas di area
Masjid Nabawi.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Amin Handoyo mengimbau jamaah untuk tetap menggunakan alas kaki saat berada di pelataran Masjid Nabawi. Penggunaan alas kaki sangat penting untuk mencegah kulit kaki melepuh akibat panasnya lantai.
Baca Juga: Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci InsyaAllah Husnul KhatimahSaat ini, cuaca di Madinah sedang memasuki musim panas, di mana suhu siang hari bisa mencapai 43-46 derajat celsius. Cuaca yang sangat terik ini menyebabkan pelataran Masjid Nabawi juga menjadi panas.
Jika dilewati
jamaah haji tanpa menggunakan alas kaki, pelataran yang panas itu bisa menyebabkan kaki melepuh. "Sandal harus tetap dipakai, nanti dibuka saat di depan pintu masjid," kata Amin Handoyo, di Madinah, Arab Saudi dilansir siaran pers, Senin (6/6/2022).
Dia memberi tips ketika hendak masuk masjid, jamaah bisa menyimpan sandal dalam plastik yang dibawa. Kemudian, sandal bisa diletakkan di sisi jamaah saat shalat, dimasukkan atau diikatkan di tas yang dibawa "Jadi buka saja di depan pintu masuk masjid, lalu selesai shalat begitu keluar pakai langsung," katanya.
Baca Juga: Hukum Mencium Hajar Aswad, Jangan Paksakan Diri saat BerhajiPetugas Haji di Posko Utama Masjid Nabawi Siti Isnaini mengatakan persoalan sandal hilang menjadi salah satu keluhan yang disampaikan jamaah saat beraktivitas di Masjid Nabawi. Tidak jarang hal itu disebabkan mereka lupa posisi awal meletakkan atau menyimpan sandalnya.
"Padahal kadang dia lupa taruh sandalnya di mana. Mungkin dia masuk pintu mana, terus sandal diletakkan di loker. Beres shalat lupa tadi sandalnya taruh di mana dan lupa juga masuk pintu lewat mana," ungkap Siti Isnaini.
Siti sangat tidak menyarankan jamaah haji nekat pulang ke hotel tanpa alas kaki. Panasnya jalan yang dilalui, tentu membahayakan kaki.
Kasi Perlindungan Jemaah Haji (Linjam), Harun Al Rasyid menyebut ada lima posko petugas PPIH yang tersebar di kompleks Masjid Nabawi. Lima pos diisi petugas Linjam dan Kesehatan. Empat pos terletak di pintu-pintu gerbang seperti posko utama di pintu 332, pintu 328 pos dua, pintu 306 pos ketiga, pintu 358 pos, dan pos Raudhah.
Baca Juga:
Senang Layani Jemaah Haji Indonesia, Juru Masak: Mereka Tamu Allah
Capai Suhu Tertinggi 44 Derajat Celsius, Kaki Jemaah Haji Melepuh(asf)