Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home wisata halal detail berita

Liburan Seru di Pulau Penang, Taman Nasional Terkecil di Dunia

hasanah syakim Rabu, 08 Juni 2022 - 20:28 WIB
Liburan Seru di Pulau Penang, Taman Nasional Terkecil di Dunia
Taman Nasional Pulau Penang menjadi taman nasional terkecil di dunia (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Taman Nasional Penang atau Penang National Park menjadi taman nasional terkecil di dunia. Taman ini hanya seluas23 kilometer persegi. Meski demikian Penang National Park menjadi tempat hidup beberapa satwa yang cukup lengkap.

Kawasan ini menjadi rumah bagi kawanan monyet daun perak, lemur terbang, kucing macan tutul hingga spesies burung, amfibi, serta reftil yang melimpah.

Dilansir dari Lonely Planet, wisatawan dapat dengan mudah untuk mengisi masa liburan dengan berbagai kegiatan seperti jalan-jalan di hutan, dan melakukan perjalanan perahi ke pantai berpasir emas yang tenang. Dari pusat George Town wisatawan dapat menggunakan bus.

Baca juga: Pulau Labengki, Destinasi Wisata Alam Terbaik di Sulawesi Tenggara

Di Taman Nasional ini setidaknya terdapat 417 spesies flora dan 143 spesies fauna, wisatawan yang beruntung dapat melihat tupai hitam raksasa, elang laut, dan penyu yang sedang bertelur.

Dari pintu masuk taman, perjalanan dapat dilalui dengan menggunakan perahu, dan biaya untuk pulang pergi sekitar RM100 ke Teluk Duyung (Pantai Monyet), RM200 ke Pantai Kerachut dan RM220 ke Teluk Kampi.

Tak hanya hutan, di kawasan ini juga terdapat pantai, sungai, bukit, danau, serta mercucuar sehingga para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini dapat melakukan aktivitas berkemah, sehingga segala aktivitas petualangan di kawasan ini semakin seru.

Kawasan wisata ini cocok bagi bagi para pecinta alam dengan kekuatan fisik yang memadai, sebab kawasan ini berbeda dengan kawasan yang memang menawarkan kenyamanan.

Taman nasional ini kerap dijadikan sebagai tempat wisata, konservasi. penelitian serta edukasi, terdapat dua pilihan dalam menjelajah taman nasional ini yakni dengan trekking atau naik perahu.

Di sekitaran area pintu masuk taman nasional ini banyak yang menyediakan jasa perahu yang mengantarkan hingga ke beberapa tempat favorit wisatawan.

Saat sampai di pintu masuk, para wisatawan diharuskan untuk melapor untuk kemudian mendapatkan secarik kertas yang di dalamnya terdapat peta, dan berbagai destinasi pilihan. Menariknya lagi untuk masuk kke kawasan taman nasional ini para wisatawan tidak dipungut biaya alias gratis.

Baca juga: Sandiaga Optimis Geopark Ijen Bisa Ditetapkan Menjadi UNESCO Global Geopark

Wisatawan cukup melapor dengan menyebutkan identitas diri denga menuliskan nama, asal negara, dan nomor paspor.

Jalur trakking di taman nasional ini cukup bervariasi mulai jalan beton, batuan rapi berundak-undak, jembatan kenopi hingga melewati jalan setapak berupa tanah yang diselingi akar pohon.

Para wisatawan juga disarankan sebelum menjelajah kawasan ini untuk menyediakan air minum, makanan ringan hingga lotion anti nyamuk saat di hutan, dan sunblok saat di pantai, berbagai destinasi menarik dapat ditemui di kawasan ini.

Setelah melakukan perjalanan sekitar 10 menit wisatawan akan akan tiba di pos pertama yakni Pasir Pandak, di mana di lokasi ini terdapat sebuah jembatan kayu, dan di ujungnua terdapat persimpangan ke kanan menuju Monkey Beach dan Mercucuar apabila ke kiri menuju pantai Kerachut.

Di Pantai Kerachut inilah tempat di mana penyu hijau biasa singgah untuk bertelur, antara di bulaan April sampai Agustus sedangkan penyu abu-abu atai lekang bertelur pada bulan September hingga Februari. Para wisatawan dapat mengunjungi tempat penakarannya yang dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Selain itu, tak jauh dari pantai di taman nasionalini juga terdapat sebuah danau dengan keunikan tersendiri, Meromiktik menjadi fenomena langka di mana danau ini mempunyai lapisan airyang berbeda temperatur dn kepadatannya yang terkumpul akan tetapi tidak tercampur antara satu dengan yang lainnya.

Di bagian atas danau ini memiliki air yang tawar, sedangkan di lapisan kedua dan bagian paling bawah yaitu air asin yang berasal dari pantai Kerachut, fenomena demikian hingga kini hanya ada di Penang, dan Australia.

Para wisatawan dapat menyaksikan fenomena ini pada musim hujam sebagai waktu terbaik, sebab saat musim kemarau airnya kering.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)