LANGIT7.ID - , Jakarta - Profesor hukum, penulis, dan intelektual publik Khaled A. Beydoun mengunggah foto di akun di Twitter yang memperlihatkan polisi wanita India sedang menyeret seorang
wanita Muslim. Diketahui, wanita tersebut ditangkap karena memprotes terkait penghancuran rumah seorang aktivis.
"Ini adalah #India. Seorang polisi wanita menyeret seorang wanita Muslim DENGAN HIJABNYA. Mengapa? Dia ditangkap karena memprotes buldoser rumah seorang aktivis," tulis @KhaledBeydoun pada captionnya dikutip Senin (13/6/2022).
Baca juga: Demo Kecam Penghina Rasulullah di India, 200 Muslim DitangkapMelansir dari kanal YouTube Zahid Akhtar wanita tersebut adalah seorang mahasiswa bernama Aysha Renna. Ia memimpin proses blokade jalan untuk menentang pembongkaran rumah
aktivis Muslim Afreen Fatima di Uttar Pradesh.
Tampak dari video unggahan Aysha tidak berdaya, sebab ia diseret oleh banyak polisi wanita.
"Beginilah cara polisi
India memperlakukan wanita Muslim. Polisi tarik #hijab aktivis mahasiswa muslim Aysha Renna saat pentungan di Malappuram, Kerala. Aysha memimpin protes blokade jalan raya menentang pembongkaran rumah aktivis muslim Afreen Fatima di Uttar Pradesh."
Merujuk dari Maktoob Media, Afreen Fatima merupakan pemimpin mahasiswa terpilih dari Persatuan Mahasiswa Universitas Jawaharlal Nehru dan wajah ikonik gerakan anti-CAA, saat ini menjadi sekretaris nasional Gerakan Persaudaraan.
Afreen mengadukan ke Komisi Perempuan Nasional, menuduh bahwa ayah, ibu dan saudara perempuannya dijemput oleh polisi Allahabad Jumat malam. Penjemputan tersebut tanpa disertai surat perintah dan ia pun tidak dapat mengetahui keberadaan mereka selama beberapa jam terakhir.
“Kami menulis dengan keprihatinan mendesak untuk keselamatan ayah saya Javed Mohd, ibu Parveen Fatima dan saudara perempuan Sumaiya Fatima yang dijemput oleh polisi Allahabad kemarin, tanpa pemberitahuan atau surat perintah dan keberadaannya tidak dapat diketahui beberapa jam terakhir,” begitu bunyi keluhan yang dikirim Afreen pada pukul 03:15 waktu setempat.
Baca juga: 2 Remaja Muslim Tewas dalam Aksi Protes Penghinaan Rasulullah di India“Polisi juga mengancam akan menghancurkan rumah kami pada malam ini tanpa alasan apa pun,” kata Afreen.
Tindakan polisi itu terjadi beberapa jam setelah kota itu menyaksikan protes besar-besaran terhadap komentar menghina Nabi Muhammad SAW oleh politisi Hindu.
Afreen mengatakan ayahnya yang juga seorang pemimpin nasional Partai Kesejahteraan India, dijemput polisi pada hari Jumat pukul 20:50 dari rumahnya.
“Ketika teman dan anggota keluarga sampai di Polsek Kotwali, dari tempat petugas datang, mereka tidak diizinkan untuk bertemu dengannya dan petugas polisi bahkan menolak untuk mengkonfirmasi apakah dia ditahan,” katanya.
"Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 12:00 beberapa petugas polisi datang ke rumah saya lagi dan membawa ibu saya yang sudah lanjut usia yang juga menderita diabetes dan seorang adik perempuan, meminta mereka untuk membawa ponsel mereka," kata Afreen.
Dia melanjutkan, mereka tidak diberi pilihan dan tidak ada orang di rumah yang diberi tahu alasan dan ke mana tujuannya.
"Ini jelas bertentangan dengan Bagian 46(4) CrPC karena penangkapan atau penahanan dilakukan setelah matahari terbenam dan tidak ada surat-surat yang menunjukkan persetujuan penangkapan atau penahanan tersebut, dengan alasan, oleh Hakim Yudisial sesuai mandat dari hukum,” lanjut Afreen.
Sekitar pukul 02.00 dini hari pada Jumat dan Sabtu malam, petugas polisi datang ke rumah Afreen dan meminta anggota keluarganya untuk ikut kantor polisi tanpa menyebutkan alasan apa pun. Ketika keluarga Afreen menolak untuk pergi, petugas polisi meminta mereka untuk mengosongkan rumah dan menguncinya.
Baca juga: Soal Politisi BJP, HMJ Mohammad Natsir Kecam Pemerintah India"Mereka tidak memberikan alasan atau surat-surat yang menunjukkan alasan melakukan ini, atau bahkan mereka berwenang melakukan ini dalam bentuk apa pun,” katanya.
Afreen mengaku sangat prihatin dengan keselamatan ayah, ibu dan saudara perempuannya.
“Mereka mengancam akan menghancurkan rumah kami pada malam ini tanpa alasan apa pun,” tuduhnya.
(est)