LANGIT7.ID - Rangkaian gerakan dalam shalat memiliki manfaat yang baik untuk tubuh. Shalat sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT, diyakini juga memiliki manfaat untuk kesehatan.
Menurut Dr Alexis Carrel, pemenang Nobel dalam bidang kedokteran, menyebut bahwa shalat ternyata memberi kumpulan energi yang luar biasa pada tubuh seseorang.
Bahkan, dia mengatakan dalam shalat seakan-akan ada radium (bahan radioaktif) sebagai sumber energi yang dapat dipakai sebagai pengobatan pada penderita tuberkulosis, osteomielitis (infeksi tulang), luka ulserasi, kanker, dan lain lain.
Selain itu, bacaan Al-Qur'an yang dibaca saat shalat dengan disertai tajwid, ternyata juga meningkatkan regulasi pernapasan seseorang melalui pergerakan dari otot mulut.
Manfaat lain, gerakan shalat dapat menguatkan otot perut, memperbaiki pencernaan, mengurangi konstipasi dan mencegahnya, memperkuat sekresi dari kantung empedu.
Sementara posisi rukuk dan sujud bisa menurunkan tekanan otak. Dimana kerjanya mirip seperti saat memijat kaki yang menghasilkan sensasi nyaman dan relaksasi.
Shalat juga sangat bermanfaat bagi perempuan hamil untuk mencegah mual dan muntah. Rukuk dan sujudnya pun dapat membuat posisi janin lebih baik.
Meski punya manfaat bagi kesehatan, tentu niat utama seorang Muslim menunaikan shalat bukan hanya karena aspek kesehatan. Tapi yang lebih utama adalah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah yang diniatkan hanya karena Allah SWT.
Adapun gerakan shalat yang dilakukan, harus sesuai tuntutannya dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana tertera dalam hadits:
"Shalatlah kalian, sebagaimana kalian melihat aku shalat. Bila waktu shalat telah datang, hendaknya seseorang di antara kalian mengumandangkan adzan dan orang tertua dari kalian menjadi imam." (HR Bukhari).
Sumber: Buku Jurus Sehat Rasulullah; Hidup Menebar Manfaat karya dr Zaidul Akbar(jqf)