LANGIT7.ID - , Jakarta - Zaman semakin canggih, penyebaran informasi juga semakin cepat bahkan bebas. Sehingga potensi untuk melihat hal-hal yang dilarang agama seperti
konten pornografi sangat besar, baik itu disengaja maupun tidak.
Melihat hal ini, penulis dan
influencer Ustadz Amar Ar-Risalah membagikan tips bagi generasi muda agar bisa menahan diri dari godaan akibat bebasnya penyebaran informasi.
Baca juga: Orang Tua Buka Percakapan Pornografi dengan Anak, Perlukah?Pertama yang harus dilakukan adalah membatasi diri. Menurut Ustadz Amar, pembatasan diri ini tidak hanya ada ketika berbicara soal Islam, melainkan semuanya termasuk.
"Ini tidak hanya dalam Islam, semuanya termasuk. Misal negara-negara yang tidak mayoritas beragama Islam, ada dari mereka yang baru diberikan izin kepada orang tua untuk memiliki
media sosial sekitar SMA. Ini kan bentuk pembatasan diri untuk anak," ujar Ustadz Amar saat dihubungi Langit7.
Selanjutnya, mengendalikan diri. Sebab, kata Co-Founder Yayasan NiruNabi ini kendali itu ada di dalam diri sendiri.
"Ternyata jika kita tidak sibuk dalam melakukan sesuatu, biasanya kita akan cenderung kecanduan dengan media sosial atau
internet. Maka itu, carilah kesibukan seperti bersosial, naik gunung dan lainnya. Agar membuat kita itu lupa terhadap media sosial terutama hal-hal porno," ucapnya.
Berikutnya, harus secara aktif melaporkan pihak yang berwajib seperti media sensor dan lainnya, ketika ada konten-konten yang berbau pornografi.
Baca juga: Edukasi Seks dalam Islam: Ajarkan Fitrah, Lindungi Anak dari Pornografi dan Pergaulan Bebas"Contohnya seperti anime bahkan drama Korea, sebab saat ini ada banyak adegan-adegan yang menjurus ke seksualitas. Nah, itulah yang harus dibatasi oleh lembaga sensor," kata pendiri Negeri Buku ini.
"Kita jangan kalah sama orang-orang liberal yang maunya menghapus lembaga sensor karena bagi mereka seks adalah seni ketika diletakkan dalam sebuah film," lanjut dia.
Cara terakhir, tutur pegiat sejarah Islam ini mau tidak mau Anda sendiri yang harus bertaubat. Jika memang sudah bisa menikah, maka menikahlah, jika belum bisa menikah maka berpuasa.
"Berpuasa itu tujuannya membuat hasrat kita lama-lama berkurang. Namun itu semua akan terjadi kalau cara puasanya benar, kalau puasanya tidak benar ya sama saja," pungkasnya.
Baca juga: Waspadai Penyebaran Konten LGBT-Pornografi di Media Sosial(est)