LANGIT7.ID, Jakarta - Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi mengimbau masyarakat mewaspadai peredaran konten lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dan pornografi di media sosial. Konten ini rawan menjadi konsumsi anak-anak saat berselancar di internet.
“Konten-konten itu banyak pasangan LGBT, mereka berhubungan badan laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan itu sambil terbuka. Nah ini kan lebih ke arah pornografi,” kata Ismail dilansir laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Selasa (17/5/2022).
Wakil Ketua Komisi Infokom MUI ini mengatakan, banyak konten pornografi di media sosial, baik yang dilakukan pasangan normal maupun LGBT. Pornografi ini banyak sekali dan saya kira lebih merusak. "Baik itu yang normal maupun yang LGBT ini banyak,’’ ujarnya.
Baca Juga: Anggota DPR: Kasus HIV Akibat Penyimpangan Seksual Terus MeningkatMenurut dia, hal inilah yang menjadi contoh negatif bagi anak-anak dari konten pornografi LGBT maupun yang normal. Untuk itu, kedua konten tersebut harus ditolak dan tidak boleh menyebar.
Ismail menerangkan bahwa harus dipisahkan untuk menerima manusia dan perilaku LGBT. Menurut dia, Islam merangkul manusianya, tapi menolak perilaku jahat atau kemaksiatannya.
Baca Juga: Ustadz Ebit Lew Rangkul Transgender di Surabaya, Ngobrol Perkara Iman dan Shalat‘’Mereka (di media sosial) tidak memusuhi orangnya karena sesama (manusia), tetapi perilaku pornografi (LGBT), yang mempromosikan (LGBT), tindakan itu (LGBT) baik terang-terangan dan terbuka, nah itu yang selama ini dipermasalahkan sebetulnya,’’ kata dia.
Baca Juga: Gus Baha: Pendakwah Harus Buat Masyarakat Senang dalam Belajar Agama(zhd)