LANGIT7.ID, Jakarta - Elektabilitas
Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden (Capres) 2024 terus mengalami peningkatan. Berdasarkan survei yang dirilis Riset Poltracking Indonesia, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu meraih angka 32,3 persen mengungguli Prabowo Subianto (15,9 persen) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (12,8 persen).
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto turut menanggapi
hasil survei tersebut. Hasto menilai naik turunnya elektabilitas dari sebuah survei sangat wajar dalam dinamika politik.
Baca Juga: Otak-Atik Capres, PAN Jakbar Usulkan Nama Anies dan Zulkifli"Naik turun (survei) itu kan hal biasa. Ya itu peristiwa dinamika politik yang biasa," kata Hasto kepada wartawan usai acara Rakernas II PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (22/6/2022).
Menurut Hasto, untuk menjadi sosok calon pemimpin tentu dengan pertimbangan yang mendalam. Dia menyebut jika
PDIP memiliki mekanisme tersendiri dalam menilai kadar kepemimpinan yang dimiliki setiap kader.
Baca Juga: Megawati Tak Segan Pecat Kader PDIP yang Bermanuver Politik"Harus jernih dan itulah yang dilakukan Ibu Megawati. Kalau enggak, enggak akan ada Pak Jokowi," ujarnya.
Lebih lanjut, Hasto menjelaskan jika penunjukan bakal
capres dari PDIP murni keputusan Ketum. Penentuan capres dari internal partai menjadi jurus politik PDIP dalam memenangkan Pemilu. "Kalau bagi kami ya rekrutmen (capres) harus tumbuh dari bawah, dari kaderisasi dan kepemimpinan melalui Sekolah Partai ini," ungkapnya.
Baca Juga:
Ogah Dukung Anies Baswedan Jadi Capres, PSI: Kami Anti Intoleransi
Gerindra dan PKB Sepakat Kerja Sama Hadapi Pemilu 2024(asf)