LANGIT7.ID - , Jakarta - Jemaah haji Indonesia diimbau untuk mengenakan
pakaian ihram sejak dari embarkasi pemberangkatan di Tanah Air. Imbauan ini disampaikan Kepala Sie Bimbingan Ibadah dan Pengawasan KBIHU Daker Bandara Wahyu Dewarini.
Tujuannya, untuk mempercepat proses karena waktu di Bandara Jeddah cukup terbatas. Sehingga, setibanya di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, jemaah tinggal melaksanakan shalat sunah umrah. Untuk niat dan
miqat, bisa memilih antara dari Embarkasi, Yalamlam (di atas pesawat), atau saat tiba di Jeddah.
Baca juga: Kain Ihram Simbol Persamaan Derajat Manusia di Depan Allah SWTTerkait pemakaian ihram sejak di
embarkasi, Dewarini mengaku telah mengirimkan surat ke pihak embarkasi dan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi.
"Kami sudah bersurat ke embarkasi dan Kanwil Kemenag seluruh Indonesia sejak 30 Mei 2022, untuk mengimbau dan mensosialisasikan agar semua jemaah mengenakan pakaian ihram sedari embarkasi," kata Rini dalam keterangan yang dikutip Kamis (23/6/2022).
Di samping itu, Rini juga meminta semua jemaah tidak mengenakan atribut Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), melainkan atribut nasional, yakni pakaian batik.
"Kami juga mengimbau pihak KBIH agar jemaah tidak mengenakan atribut KBIH, melainkan atribut nasional, yakni batik," ujar Rini.
Lebih lanjut, Rini mengatakan di sinilah fungsi Layanan Bimbingan Ibadah dan Pengawasan KBIHU untuk mengedukasi dan memberikan panduan.
"Apakah sudah niat atau belum, lalu shalat sunnahnya dan pakaian ihram untuk laki-laki, memang kelihatan masih datang dengan baju tapi setelah di plaza mereka semua berganti pakaian dan berangkat menuju Mekkah," kata Rini.
Baca juga: Bersihkan Diri dari Atribut Duniawi, Ini Tata Cara Pakai IhramPetugas Bimbingan Ibadah dan Pengawasan KBIHU Daker Bandara, Zulkarnain Nasution masih melihat masih ada beberapa jemaah yang belum mengenakan kain ihram saat tiba di Bandara Jeddah.
Menurut Zulkarnain, di sinilah peranan Layanan Bimbingan Ibadah dan Pengawasan KBIHU untuk memberikan edukasi dan memandu para jemaah. Mereka mengecek ihram jemaah dan mengajak mereka untuk meluruskan niat.
(est)