LANGIT7.ID, Jakarta - Memiliki hati yang tenang disebut sebagai harapan semua orang. Di antara hal yang membuat hati tenang, yakni dengan memperdalam ilmu dan banyak mentadaburi Al-Qur'an.
Mengutip dari teks khutbah karya Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal disebutkan bahwa dengan ilmu seseorang dapat mengambil tindakan lebih bijak. Allah SWT pun akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
Sedangkan dengan membaca dan mentadaburi Al-Qur'an diyakini dapat mendatangkan rahmat dari Allah sehingga membawa ketenangan bagi siapa yang istiqamah menjalankannya.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Syariat Qurban dan HikmahnyaIbnu Qayyim pernah berkata, "Adapun luput dari ilmu akan membuat hilangnya kehidupan hati dan ruh. Setiap hamba akan membutuhkan ilmu, tak bisa ia lepas darinya walaupun sekejap mata."
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah menjelaskan bahwa hati seseorang akan tenang bila sedang berada dalam majelis ilmu.
"Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikelilingi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya." (HR Muslim).
Allah SWT berfirman mengenai etika dalam mendengarkan Al-Qur'an Surat Al Ahqaf ayat 29 dan 30.
وَاِذْ صَرَفْنَآ اِلَيْكَ نَفَرًا مِّنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْاٰنَۚ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوْٓا اَنْصِتُوْاۚ فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا اِلٰى قَوْمِهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
"Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an, maka ketika mereka menghadiri (pembacaan)nya mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!” Maka ketika telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan."
Baca Juga: Ustaz Ahmad Jameel: Saya Selalu Haus Mencari Ilmuقَالُوْا يٰقَوْمَنَآ اِنَّا سَمِعْنَا كِتٰبًا اُنْزِلَ مِنْۢ بَعْدِ مُوْسٰى مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِيْٓ اِلَى الْحَقِّ وَاِلٰى طَرِيْقٍ مُّسْتَقِيْمٍ
"Mereka berkata, “Wahai kaum kami! Sungguh, kami telah mendengarkan Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan setelah Musa, membenarkan (kitab-kitab) yang datang sebelumnya, membimbing kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. "
Ibnu Katsir dalam tafsir Al-Qur'an Al Azhim menyebutkan bahwa, "mereka mendengarkan Al-Qur'an (benar-benar fokus mendengarkannya). Menurut dia, itulah adab dari mereka para jin.
Sedangkan menurut Al Bara: "
Tilkas sakinatu tanazzalat bilqur'an (Ketenangan itu datang karena Al-Qur'an).
Sementara Imam Nawawi berpendapat, "itulah yang menunjukan keutamaan membaca Al-Qur'an. Al-Qur'an merupakan sebab turunnya rahmat dan hadirnya malaikat. Hadis itu juga mengandung pelajaran tentang keutamaan mendengarkan Al-Qur'an."
Baca Juga: Sidang Gugatan Nikah Beda Agama di MK, DDII Ajukan Sebagai Pihak Terkait(zhd)