Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home masjid detail berita

Berangkat Haji atau Bayar Utang Dulu, Ini penjelasan Gus Yusuf Chudlori

arif purniawan Selasa, 28 Juni 2022 - 05:15 WIB
Berangkat Haji atau Bayar Utang Dulu, Ini penjelasan Gus Yusuf Chudlori
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Magelang - Ibadah haji diperuntukkan bagi umat muslim yang mampu. Di antara beberapa kemampuan yang dimaksud adalah soal finansial atau keuangan untuk biaya berangkat haji, sehingga keluarga yang ditinggalkan berkecukupan.

Hal ini seperti dituangkan dalam quran surat Al Imran ayat 97 yang berbunyi sebagai berikut :

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

“Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam”.

Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudlori menyampaikan, kunci di kalam Allah tersebut ada pada bacaan “Manistathoa ilaihi sabiila”, bahwa mengerjakan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah. Siapa yang diwajibkan, adalah orang-orang yang istitoah, orang-orang yang mampu.

Baca juga: Update Penyelenggaraan Haji: 72 Ribu Jemaah Indonesia di Haramain

Ada beberapa arti dari orang yang mampu, pertama adalah mampu secara fisik, haji adalah ibadah fisik, jadi harus sehat lahir dan batin.

Kedua, mampu secara finansial. Kalau sehat, kalau tidak punya dana yang cukup, maknanya bisa memberi dana yang cukup kepada yang ditinggalkan.

“Tinggal aset, harta yang Allah titipkan (ke) kita hari ini, tinggal dihitung. Kalau aset yang dimiliki untuk daftar haji dan ada tinggalan keluarga di rumah, dia sudah istitoah,” ujarnya di kanal Youtube Fast FM Magelang, dikutip Seniin (27/6/2022).

Salah satu contohnya, misal punya tanah, dijual laku Rp40 juta. itu sudah cukup berangkat, tapi belum cukup untuk ninggali yang di rumah. Tapi jika punya duit Rp50 juta, daftar haji 35 juta, untuk utusan Rp5 juta dan tinggalan Rp10 juta, berarti sudah memiliki kemampuan.

Arti mampu ketiga yakni jalannya aman. Dalam arti kata, selama menjalankan ibadah haji jemaah tidak mendapat kesulitan atau ada halangan selama menuju Tanah Suci. Dulu selama pandemi, "jalannya" tidak aman.

Jika istitoah, pertanyaan dari pendengar Shofwan, di Temanggung adalah istitoah dalam arti secara finansial. Jika dia dia punya utang dan ingin berhaji. Maka haji ini ibarat orang yang mau mati. Selesaikan semua tanggungan, baru dia daftar haji.

Baca juga: Naby Keita Berangkat Umrah dan Haji Saat Jeda Kompetisi

“Ada juga berpendapat, bayar hutang bisa kapan-kapan. Okelah kalau begitu. Kalau punya duit, daftar dulu tidak apa-apa. Pokoknya sebelum berangkat haji, utang itu sudah dilunasi. Sekarang haji bisa 20 tahun, 30 tahun baru berangkat haji. Jadi selama waktu menunggu utang harus sudah lunas," katanya.

Rasulullah SAW menyampaikan, ada 3 perkara perkara manusia yang harus bersegera. Pertama, ketika ada tamu, segeralah ditemui, dihormati disuguhi. Kedua, melunasi hutang ketika sudah punya rizki. Ketiga, harus bersegera jika ada saudara yang meninggal, harus segera diurus.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)