LANGIT7.ID - , Jakarta -
Terapi bekam atau hijamah merupakan salah satu pengobatan alternatif yang disarankan oleh
Rasulullah SAW sebagai bentuk ikhtiar terhindar dari penyakit.
Metode bekam dilakukan dengan cara mengeluarkan darah statis yang mengandung toksin dari tubuh manusia. Cara penggunaannya dengan membuat titik-titik bekam untuk dilakukan penyedotan. Lalu, di titik tersebut ditoreh dengan alat sejenis pisau atau jarum dan dilanjutkan dengan pengisapan darah dengan alat bekam.
Namun, diantara kedua penggunaan alat itu manakah yang lebih afdol untuk digunakan?
Baca juga: Mengenal Bekam, Terapi Sunnah Nabi dalam Pandangan IlmiahDirektur Rumah Sehat (RS) Herba Center
Ustadz Ahmad Fatahillah mengatakan jika dalam hadist torehan biasanya menggunakan pisau bedah, namun menurutnya itu hanyalah makna.
Menurut Ustadz Fatahillah, jarum memiliki mata seperti mata pisau, sehingga bisa juga digunakan. Sedangkan menoreh dengan menggunakan pisau, Ustadz Fatahillah mengatakan hal tersebut hanya dilakukan oleh yang profesional. Meskipun begitu, keduanya memiliki manfaat yang sama.
"Kalau kita menggunakan jarum dia tidak berbekas. Tapi kalau menggunakan pisau bedah, harus profesional ada pelatihan khusus sebab bisa menyebabkan kulit jadi berbekas seperti kena garukan maca. Jadi ada pilihan khusus bagi yang menggunakan pisau bedah bedah," ujar Ustadz Fatahillah.
Untuk kapan baiknya melakukan bekam, Ustadz kelahiran 1967 itu mengatakan bekam dianjurkan dilakukan setiap pertengahan bulan di tanggal ganjil.
"Tanggal ganjil, seperti 17, 19 dan 21. Namun, itu diprioritaskan untuk orang yang tidak memiliki masalah pada
penyakit. Jika ada tidak mengapa, misal kita pusing dan tanggalnya bukan tanggal 17, apakah saya harus menunggu tanggal 17? Kelamaan," katanya.
Baca juga: Coba Pengobatan Alternatif, Pilih Bekam atau Akupuntur?Menurut Ustadz Fatahillah, alasan melakukan bekam di pertengahan bulan adalah karena ada satu keadaan alam di mana terdapat satu gravitasi bumi yang menyebabkan tekanan darah memuncak pada tanggal-tanggal seperti itu.
"Kita menganalogikan, seperti kisah manusia serigala yang darahnya kerap kali memuncak. Nah, yang dikatakan oleh Rasulullah, kita dianjurkan bekam setiap tanggal pertengahan bulan,"pungkasnya.
(est)