LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan menggelar shalat Idul Adha 1443 Hijriah. Bertindak sebagai khatib mantan Menteri Agama RI, KH Lukman Hakim Saifuddin.
Lukman menyampaikan tema agama dan kemanusiaan dalam khutbahnya. Dia mengambil kisah haji wada' Rasulullah sebagai pelajaran bagi umat Islam.
“Kalau kita cermati, khutbah Rasulullah yang disampaikan pada haji wada’ tampak lebih fokus pada upaya pembentukan dunia baru berlandaskan nilai-nilai universal Islam,” kata Kiai Lukman, Ahad (10/7/2022).
Baca Juga: Alasan Pulang Shalat Idul Adha Harus Lewat Jalan BerbedaKiai Lukman menjelaskan, khutbah Rasulullah pada haji wada’ adalah deklarasi Islam yang pertama tentang peradaban dunia yang adiluhung. Khutbah Rasulullah yang disampaikan pada 14 abad silam itu masih relevan sampai sekarang.
“Dalam khutbah yang mengarukan itu, Nabi menyerukan kepada umat manusia tentang nilai-nilai kemanusiaan dan berwasiat untuk menerima segala perbedaan,” tutur Kiai Lukman.
Haji Wada’ sendiri adalah haji terakhir Rasulullah yang ditunaikan pada 9 Zulhijah tahun 10 Hijriah, bertepatan dengan Jumat 9 Maret 632 Masehi. Haji ini disebut juga haji perpisahan karena tiga bulan setelahnya Rasulullah wafat.
Baca Juga: Alasan Pulang Shalat Idul Adha Harus Lewat Jalan BerbedaKiai Lukman menambahkan, dalam khutbah wada’ Rasulullah sangat sedikit sekali menyinggung masalah ibadah mahdah. Menurut Kiai Lukman, hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya menyentuh urusan akidah dan syariah, tapi juga berwawasan masa depan terkait peradaban.
Shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan dihadiri ribuan umat Islam. Sejumlah tokoh nasional terlihat duduk di shaf pertama seperti Wakil Presiden ke-10 RI, Jusuf Kalla dan cendekiawan muslim Jimly Asshiddiqie.
Baca Juga: Rukun dan Syarat Berkurban, Bukan Cuma Serahkan ke Panitia(zhd)