LANGIT7.ID, Jakarta - Ada tips cegah risiko
penyakit jantung dengan deteksi dini dan intervensi kesehatan yang tepat. Hal ini harus dilakukan sejak usia anak-anak dan remaja.
Kiat-kiat tersebut disampaikan
Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia (UI), Prof Sukman Tulus Putra.
Menurut dia, deteksi dini dan intervensi yang tepat sejak remaja menjadi strategi penting menurunkan risiko penyakit tersebut pada usia dewasa nanti.
"Sebab proses pathogenesis aterosklerosis yang menyebabkan penyakit kardiovaskular telah terjadi sejak usia dini," kata Sukman dalam keterangannya dilansir Antaranews, Senin (11/7/2022).
Baca Juga: Gagal Jantung Penyakit Serius, Dokter: Tapi Bukan Akhir dari HidupBerikut tips turunkan risiko penyakit jantung sejak dini:
1. Risiko di Anak Usia SekolahBeberapa penelitian pada pelajar menunjukkan tingginya faktor risiko kardiovaskular pada usia sekolah.
"Identifikasi dan intervensi terhadap faktor-faktor tersebut pada anak dan remaja merupakan upaya untuk mencegah dan menurunkan kejadian kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner," katanya.
2. Nutrisi Bayi PentingNutrisi sejak bayi berupa pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan, penting untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Nutrisi ini lebih baik ketimbang bayi minum susu formula atau ASI kurang dari 4 bulan.
3. Paparan TembakauPaparan tembakau berlebihan dapat meningkatkan risiko, khususnya penyakit jantung koroner yang saat ini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
"Deteksi faktor risiko kardiovaskular melalui uji tapis pada usia anak dan remaja dan strategi untuk melakukan intervensi merupakan kunci utama dalam menurunkan angka kejadian kardiovaskular di usia dewasa dan lanjut," katanya.
(bal)