LANGIT7.ID - , Jakarta -
Livestream shopping merupakan bentuk pergeseran sistem perdagangan dampak pandemi Covid-19. Sistem belanja seperti ini pun terus tumbuh dan diminati masyarakat. Tak heran bila belakangan
livestream shopping mulai mendominasi dunia perdagangan.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (
INDEF), Nurul Huda mengatakan maraknya
livestream shopping menandakan bahwa saat ini masyarakat sangat membutuhkan visual.
Baca juga: Rekomendasi 5 Tempat Belanja Oleh-oleh Haji Murah di Arab Saudi"Ketika cuma melihat foto mungkin tidak terlalu terlihat tapi ketika secara
live ditampilkan meskipun lewat
media sosial itu masih lebih terasa," ujar Huda kepada Langit7, Senin (11/7/2022).
Huda melanjutkan, melihat pertumbuhan sistem belanja tersebut sejumlah
e-commerce menambahkan beberapa fitur
live bagi penjual.
Menurut Huda fenomena
livestream shopping sebenarnya sudah dilakukan Instagram sebelumnya. Namun, penggunaannya lebih luas ada di platform video pendek seperti Tik Tok yang memiliki jumlah pengguna lebih besar.
"Penggunanya lebih besar daripada Instagram sehingga banyak menjadikan Tik Tok sebagai tempat jualan potensial bagi
seller," katanya.
Banyaknya pengguna Tik Tok, lanjut Huda, membuat aplikasi media sosial ini menjadi perusahaan teknologi yang ditakuti oleh negara-negara maju seperti Amerika.
Baca juga: Marak Obat Ilegal Daring, DPR: BPOM Jangan Kalah dengan Sindikat"Amerika takut kepada Tik Tok karena mereka bisa menjadi raja teknologi ke depan. Sejumlah penggunanya sudah sangat besar dan bisa mengancam efisiensi dari Google dan Facebook. Jadi saya rasa fenomena penjualan itu salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan pengguna Tik Tok yang semakin masif," pungkas Huda.
(est)