LANGIT7.ID, Jakarta - Syiar Islam sangatlah penting dan wajib dijaga dengan sungguh-sungguh di tengah masyarakat. Dalam menegakkan syiar-syiar akan mendulang pahala dari Allah SWT.
Mengagungkan syiar-syiar Allah merupakah salah satu bentuk ibadah dan ketakwaan hamba-Nya. Karena Allah mencintai orang-orang yang menjaga syiar.
Berkaitan dengan syiar, Allah SWT berfirman pada surah Al-Hajj ayat 32:
Baca Juga: Tafsir Al Baqarah 255: Tidak Ada Tuhan yang Berhak Disembah Selain Allahذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ
Artinya: Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.
Syekh Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Al-Wajiz menjelaskan, siapa saja yang mengagungkan syiar-syiar agama dan hukum Allah, yaitu petunjuk, cara berhaji, masjid-masjid dan ibadah, maka sesungguhnya itu adalah rasa takut kepada Allah yang timbul dari ketakwaan hati, yang dilakukan orang-orang yang bertakwa.
Baca Juga: Tafsir Al-Baqarah 286: Allah Tidak Bebani Hamba di Luar KadarnyaSementara dalam Tafsir al-Jalalain, Jalal al-Din al-Mahalli mengatakan, di antara syiar-syiar Allah, yaitu menyembelih hewan kurban untuk tanah suci, seumpamanya hewan kurban itu dipilih yang baik dan digemukkan terlebih dahulu (timbul dari ketakwaan hati) dalam diri mereka.
Mengagungkan syiar Allah yang dimaksud juga ditafsirkan dengan ibadah haji. Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu, baik mampu secara finansial maupun jasmani dan ruhani.
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual, Ponpes Diminta Jaga Tradisi dan Norma(zhd)