LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam diharap tidak meninggalkan dzikir usai
shalat Jumat. Amalan penting ini bisa dikerjakan sambil berjalan kaki menuju rumah atau kantor.
Penceramah,
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, bila seorang muslim harus tergesa-gesa kembali kepada kesibukannya, dianjurkan tetap
berdzikir ketika dalam perjalanannya.
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS. Al Jumu'ah ayat 10).
Dalam ayat itu, jelas Adi, umat diperintahkan untuk menyebar ke muka bumi usai shalat Jumat. Kemudian
berdzikir dengan dzikir yang baik.
Baca Juga: Keistimewaan Sedekah Subuh di Hari Jumat, Waktu Terbaik Beramal"Jadi amalan usai shalat Jumat adalah dengan tidak menghilangkan dzikir kepada Allah SWT. Hanya sifat dzikirnya mungkin bisa berbeda dari solat biasa," ujarnya.
Menurutnya, itu karena pada hari Jumat bisa menghadirkan waktu singkat untuk berdzikir. Dzikir ini bisa diamalkan termasuk bagi mereka yang terburu-buru akan rapat, niaga, atau kerja ganti shift.
"Dipersilakan bagi umat yang ingin segera meninggalkan masjid usai shalat Jumat, tapi memang penyebarannya ini perlu diikuti dengan dzikir. Jadi sebut nama Allah dalam dzikir ini," katanya.
"Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk dan ketika berbaring…" (QS. An Nisa' ayat 103).
Adapun dzikir berdiri, kata dia, bisa dilakukan ketika dalam jalannya seorang muslimin dia masih mengingat Allah. Ketika muslimin yang dalam jalannya mengingat Allah maka dia akan tawadhu.
"Jadi ketika Anda selesai Jumat sementara belum menuntaskan dzikir di masjid, maka tidak menghambat Anda untuk berdzikir kepada Allah dalam perjalanan. Dzikir ini bisa istighfar, hafalan Quran, berdoa, atau kalimat toyyib lainnya," tambahnya.
(bal)