Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 15 Januari 2026
home masjid detail berita

Bulan Muharram dan Cerita Panitia Kecil Perumus Kalender Hijriah

fajar adhitya Ahad, 08 Agustus 2021 - 16:31 WIB
Bulan Muharram dan Cerita Panitia Kecil Perumus Kalender Hijriah
Ilustrasi penentuan kalender hijriah. (Foto: FineArtAmerica).
LANGIT7.ID, Jakarta - Muharram merupakan awal kalender Hijriah dan salah satu bulan yang suci lagi dimuliakan Allah. Secara arti, Muharram berarti bulan yang diharamkan, yaitu bulan di mana Allah mengharamkan adanya peperangan atau pertumpahan darah. Karena itulah secara makna Muharram disebut sebagai bulan suci karena larangan tersebut.

Pada sisi lain, bulan setelah Dzulhijjah ini memperlihatkan bahwa Muharram juga menjadi momen para jamaah haji kembali ke rumah masing-masing. Sebelum berangkat, jamaah Haji membawa dosa masing-masing, kemudian menyucikan dosa ketika berhaji, dan ketika menjadi haji mabrur, mereka kembali dalam kondisi disucikan.

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu. (QS At Taubah ayat 36).

Sebelum era kekhalifahan, masyarakat Arab tidak mengenal sistem penanggalan tahunan. Untuk menandai sebuah era, masyarakat Arab biasanya mengingat peristiwa besar yang terjadi saat itu, misalnya 'amul fil (tahun gajah), 'amul huzn (tahun kesedihan), 'amul fijar (tahun terjadinya perang fijar).

Perhitungan waktu menggunakan sistem tahun ditetapkan saat Umar bin Khattab menjabat sebagai khalifah pada tahun 17 Hijriyah. Penyebabnya, Khalifah mulai menyadari betapa sulitnya menjalankan tata kelola administrasi pemerintahan tanpa dokumen yang memiliki keterangan tahun.

Mengutip Bimas Islam, Gubernur Irak Abu Musa al-Asy’ari, bersurat kepada Khalifah, mengkritisi persuratan negara yang hanya memiliki tanggal dan bulan, tetapi tidak ada keterangan tahun. Khalifah Umar setuju dengan pendapat Abu Musa dan menginginkan agar arsip-arsip kenegaraan diberi tahun, tak sekadar tanggal dan bulan.

Khalifah lalu membentuk panitia kecil bersama para sahabat yang ahli ijtihad untuk merumuskan sistem penanggalan Islam. Khalifah Umar memimpin forum, materi diksusi diperkaya dengan terlibatnya Usman Bin Affan, Saad bin Abi Waqqas, Thalhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam.

Dalam forum itu, muncul lima pilihan sebagai penanda dimulainya kalender Islam, yakni kelahiran Nabi Muhammad, tahun kerasulan, Isra’ Mi’raj, tahun wafat Nabi, dan masa Rasulullah hijrah ke Madinah.

Selain lima pilihan itu, anggota forum juga memunculkan argumentasi tahun kelahiran Nabi (Tahun Gajah, 571 M) mengikuti kalender Masehi yang diyakini merujuk pada kelahiran Nabi Isa AS. Ada pula yang mengusulkan tahun turunnya ayat Al-Qur’an yang pertama.

Diskusi mengerucut dan bersepakat memilih masa hijrah Rasulullah ke Madinah sebagai permulaan kalender Islam. Sementara pemilihan Muharram sebagai bulan pertama terjadi atas penguatan pendapat dari Ali bin Abi Thalib yang menyatakan bulan tersebut adalah tanda kemenangan Muslim pada Baiat Aqabah II.

Beberapa alasan lainnya ialah, Al-Qur'an telah memberikan banyak penghargaan pada orang-orang berhijrah. Kemudian, masyarakat Islam yang berdaulat dan mandiri baru terbentuk setelah hijrah ke Madinah. Umat Islam diharapkan selalu memiliki semangat hijrah, tidak terpaku pada suatu keadaan, dan senantiasa ingin berhijrah menuju keadaan yang lebih baik.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 15 Januari 2026
Imsak
04:17
Shubuh
04:27
Dhuhur
12:05
Ashar
15:30
Maghrib
18:18
Isya
19:33
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan