LANGIT7.ID - , Jakarta - Jamaah haji Indonesia gelombang kedua akan melaksanakan ibadah
sunnah Arbain, salat 40 waktu di
Masjid Nabawi dan berziarah di Madinah. Sebanyak 125 kloter jamaah haji mulai bergeser ke Madinah, Kamis (21/7/2022).
Koordinator Promosi Kesehatan Arab Saudi, dr. Edi Supriyatna mengingatkan jamaah haji untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang berlebihan tanpa melihat kondisi kesehatan, terutama jamaah
risiko tinggi (risti).Baca juga: Suhu Mekkah dan Madinah Capai 43 Derajat Celcius selama Musim Haji 2022Dia pun meminta jamaah untuk menggunakan alat pelindung diri terutama saat beraktivitas di luar hotel. Anjuran tersebut mengingat kondisi suhu rata-rata di Madinah lebih panas dibandingkan dengan suhu di
Mekkah.
"Gunakan juga
Alat Pelindung Diri terutama saat beraktivitas di luar hotel. Gunakan payung, pakai masker, dan bawa alat semprot. Terutama, jangan sampai lupakan untuk menggunakan alas kaki saat keluar hotel, sehingga tidak terjadi kasus kaki melepuh,” ucap dr. Edi dikutip dari laman Kemenkes, Jumat (22/7/2022).
Selain itu, tim promosi kesehatan juga akan berkolaborasi dengan Emergency Medical Team (EMT) untuk melakukan upaya deteksi dini terhadap faktor risiko jamaah haji
Mengingat perjalanan Makkah-Madinah yang membutuhkan waktu kurang lebih selama enam jam perjalanan, dr. Edi juga mengingatkan jamaah untuk makan dan minum sebelum berangkat. Selain itu melakukan
peregangan dalam posisi duduk setiap dua jam sekali selama di perjalanan.
Baca juga: 58 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia, Ini Keutamaan Wafat di Tanah Suci“Agar tubuh tetap segar selama di perjalanan” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, hingga hari ke 47 operasional haji, sebanyak 64 jamaah
meninggal dunia, didominasi oleh sakit jantung. Sementara posisi penyakit rawat jalan terbanyak didominasi oleh batuk pilek, dan di posisi kedua ditempati oleh
hipertensi.
(est)