LANGIT7.ID - , Jakarta - Penyanyi populer dan pencipta lagu Tanah Air
Melly Goeslaw belum lama ini mengabarkan dirinya akan melakukan
operasi bariatrik, untuk mencapai tubuh ideal yang diinginkan.
"Bismillah aku mau membagikan momen bahagiaku, salah satu langkah besar di hidupku, yang ternyata sangat menyenangkan. Aku melakukan bariatrik, teman-teman silahkan di-
browsing ya. Aku juga nanti membagikan operasinya dan semua perjalanan ke depannya mencapai tubuh ideal dan sehat pastinya," tulis Melly Goeslaw di akun Instagramnya, dikutip Jumat (22/7/2022).
Baca juga: Ingin Diet? Ini 3 Menu Makan Siang Sehat dan MengenyangkanHal tersebut dilakukannya karena meskipun telah melakukan
diet, berat badannya tetap tidak bisa mencapai ideal.
"Makanya aku mengambil langkah bariatrik karena memang setelah program diet dan turun 25 kg lebih, aku tetap obes 35 kg, dan mentok enggak bisa turun-turun lagi. Sementara rupanya gula darahku juga jadi tinggi, saat
gula darah tinggi nafsu makan jadi makin gede kan, jadi enggak kelar-kelar," lanjut dia.
Terkait operasi bariatrik yang dilakukan Melly Goeslaw, dokter spesialis bedah digestif Mayapada Hospital Jakarta, Errawan Ramawitan Wiradisuria mengatakan operasi bariatrik adalah tindakan pembedahan pengecilan lambung untuk menurunkan berat badan.
Operasi ini sekaligus mengatasi permasalahan metabolik seperti
diabetes, hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi dalam darah) dan
obstructive sleep apnea syndrome (OSAS) atau terganggunya pernapasan pada saat tidur.
Tindakan medis yang dilakukan berupa pengecilan lambung dengan cara laparoskopik atau teknik melihat ke dalam perut tanpa melakukan pembedahan besar. Cara ini cukup efektif menurunkan
berat badan 5 hingga 13,5 kilogram dalam waktu empat minggu.
Menurut Errawan operasi ini terbilang jarang di Indonesia karena masih sedikit yang mengalami
obesitas berlebihan.
Baca juga: Lagu Bunda Milik Melly Goeslaw Selalu Sukses Buat Orang Menitikkan Air Mata"Operasi bariatrik di Indonesia masih jarang dilakukan, karena orang dengan obesitas apalagi berat badan 200 kilogram lebih di Indonesia masih sedikit. Terlebih, indeks massa tubuh (IMT) orang itu harus di atas 30 sebagai indikasi perlunya menjalani operasi bariatrik," ujar Errawan dikutip dari laman Mayapada Hospital, Jumat (22/7/2022).
Akan tetapi, lanjut dia, terkadang ada pertimbangan lain sehingga pasien ingin menjalani operasi bariatrik tanpa melihat indikator IMT, terutama pasien dengan kelebihan berat badan.
Misal, pasien yang IMT-nya belum 30, tetapi co-morbiditas (penyakit kedua) dengan penyakit penyerta seperti diabetes melitus, jantung, hiperlipidemia (kelebihan lemak dalam darah), hiperkolesterolemia, dan asma.
"Indikasi itu sudah memenuhi syarat dilakukannya operasi bariatrik," katanya.
Lebih lanjut, Errawan mengatakan operasi bariatrik memiliki dua jenis, yaitu, bariatrik revesible dan irreversible.
Operasi bariatrik
reversible adalah tindakan yang sifatnya bisa dikembalikan ke keadaan semula. Menurut dia, yang masuk dalam golongan
reversible adalah metode
gastric banding yaitu mengikat leher lambung dengan pita atau selang kecil yang terhubung ke sebuah pompa kecil yang ditanam di bawah kulit.
"Kemudian, pada pompa tersebut akan disuntikkan cairan steril menuju pita yang bakal mengembang sehingga ‘mencekik’ leher lambung. Akibatnya, pasien menjadi cepat kenyang karena terbentuk lambung baru yang ukurannya lebih kecil," tuturnya.
Baca juga: Porang Suplemen Bagi Penderita Diabetes dan ObesitasSelanjutnya, operasi bariatrik dengan kondisi pembedahan tetap (
irreversible). Pembedahan ini dilakukan dengan cara memotong lambung dan rekonstruksi saluran pencernaan.
"Rekonstruksi saluran pencernaan sangat perlu dilakukan agar terjadinya adaptasi lambung yang mengakibatkan berat badan kembali naik dikemudian hari bisa dicegah," ucap Errawan.
Terkait efek operasi bariatrik, setiap orang memiliki efek samping berbeda. Menurut Errawan, hal ini bisa saja terjadi karena setiap orang memiliki kemampuan tubuh yang berbeda dalam beradaptasi dan merevitalisasi tubuhnya sendiri.
Maka itu, ia menyarankan, agar pasien yang telah menjalani operasi bariatrik harus segera mengubah gaya hidupnya.
"Pasien yang menjalani operasi bariatrik juga harus mau rutin berkonsultasi ke ahli gizi," pungkas Errawan.
Baca juga: Jepang Jadi Negara Paling Serius Tangani Obesitas(est)