LANGIT7.ID, Jakarta -
Shalat hajat merupakan
amalan sunnah yang dikhususkan agar keinginan seseorang segera dikabulkan Allah SWT. Ibadah ini dikerjakan minimal dua rakaat.
Adapun tata cara shalat hajat sama seperti
ibadah sholat pada umumnya. Dimulai dari takbir dan diakhiri salam. Sementara untuk niat sholat hajat dilafalkan:
"Usholli sunnatal-haajati rok’atayni lillahi ta’aala."Namun sebagian pendapat menilai, niat shalat tidak dilafalkan, melainkan ada di dalam hati setiap orang yang akan mengerjakan ibadah tersebut.
Baca Juga: Hikmah Dianjurkan Berpindah Tempat Saat Shalat SunnahAda beberapa dalil mengenai anjuran shalat hajat bagi seseorang yang memiliki keinginan terwujud. Tapi beberapa di antaranya dinilai dhaif.
Berikut dalil shalat hajat berdasarkan hadist Rasulullah SAW:
1. Hadist dari Abu DardaHadist tersebut berbunyi: "Barangsiapa berwudu dengan baik kemudian shalat dua rakaat dengan sempurna, Allah akan memberi apa yang ia minta, cepat atau lambat." (HR Ahmad).
Namun hadist tersebut sanadnya daif menurut Syu'aib al-Arna'uth, karena setelah terputus sanadnya pada tingkatan tabi'ut-tabi'in kalangan tua.
2. Riwayat at-Tirmidzi nomor hadis 441Hadist ini berbunyi: "Barangsiapa mempunyai hajat (kepentingan) terhadap Allah atau sesama manusia hendaklah berwudu dengan baik kemudian shalat dua rakaat, kemudian memuji (mengagungkan) Allah kemudian membaca shalawat untuk Nabi saw." (HR At Tirmidzi dan An Nasa'i).
Hadist tersebut dianggap dhaif jiddan menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Dalam periwayatannya terdapat seorang perawi yang bernama Fa’id bin Abdur Rahman mendapat kritik matrukul-hadist dari Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Hajar Al-Asqalani.
Kritik sama juga disampaikan al-Bukhari. Lalu hadist mendapat kritik dhaif dari Yahya bin Ma’in dan mendapat kritik hadisuhu kadzib dari Abu Hatim ar-Razy.
3. Dari Usman bin HunaifHadist itu berbunyi: "Dari Usman bin Hunaif (diriwayatkan) bahwasannya seorang lelaki buta datang kepada Nabi SAW seraya berkata: Doakanlah aku agar Allah menyembuhkanku.
Beliau bersabda: Jika kamu mau, maka aku tangguhkan bagimu dan itu lebih baik, dan jika kamu mau, maka aku akan doakan kamu.
Lelaki itu berkata, Doakanlah. Kemudian beliau saw menyuruhnya agar berwudu dan membaguskan wudunya, lalu shalat dua rakaat dan berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku meminta dan menghadap kepada-Mu dengan perantaraan Muhammad, Nabi pembawa rahmat."Ya Muhammad, aku telah menghadap dengan perantaraanmu kepada Rabb-ku di dalam hajatku ini agar terpenuhi. Ya Allah, berilah syafaat kepadanya bagi diriku." (HR Ibnu Majah).
Sementara hadist di atas derajatnya sahih yang diriwayatkan Ibnu Majah nomor 1375 dalam bab Shalat Hajat.
(bal)