LANGIT7.ID, Jakarta - Milad ke 61 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) disambut hangat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir. Menurut dia, IPM merupakan organisasi pelajar dengan segudang prestasi yang memukau.
“Selamat atas milad ke 61 organisasi pelajar yang cukup tua. Namun mampu berprestasi pada setiap tahun sebagai organisasi Islam terbaik,” ujar Haedar dikutip laman Muhammadiyah, Senin (25/7/2022).
Haedar mengungkapkan pengalamannya selama berkiprah di IPM, ia banyak belajar semua aspek sendi kehidupan, terutama pengalaman bagaimana mengelola sebuah pergerakan yang memiliki cita-cita mewujudkan kemaslahatan sosial.
Baca Juga: Perkenalkan Budaya Indonesia, UMM Gelar Study Tour Mahasiswa InternasionalTidak heran bila ia menyebut dengan tegas bahwa IPM adalah sekolah kehidupan dan perjuangan. Bekal pengalaman dari IPM sangat berguna bagi Haedar.
“Ketika saya ditugasi merumuskan berbagai pikiran besar Muhammadiyah itu, jujur saya menghabiskan waktu di perpustakaan PP Muhammadiyah dan di perpustakaan Suara Muhammadiyah yang lama,” tutur Haedar.
Haedar juga turut mendorong agar anak-anak muda IPM hadir memberikan edukasi nyata kepada para remaja dengan jihad algoritma. Menurut dia, IPM harus membangun kultur di kalangan remaja menjadi seorang pelajar yang lekat dengan keislamannya sekaligus punya komitmen akhlak dan alam pikiran yang melampaui-melintasi.
Baca Juga: Tafsir Surat Ar-Rum Ayat 41: Balasan Allah kepada Perusak LingkunganJika tidak, maka para remaja akan kehilangan orientasi keagamaan, bisa jadi orang yang kuat keislamannya namun anti terhadap perbedaan atau bahkan menjadi pribadi yang memusuhi agama.
“Generasi IPM sekarang akan menjadi penyambung bagi mereka (para remaja). Kalau tidak, mereka akan menjadi dunia yang mungkin mengalami salah asuhan, ini penting sekali diperhatikan, bagaimana IPM membangun alam pikiran yang tersampaikan pada remaja,” ucap Haedar.
Lanjutnya, ia menceritakan sebelum menjabat sebagai Ketua Umum di Muhammadiyah, dirinya selalu ditugasi sebagai penyusun draft keputusan-keputusan penting Persyarikatan. Di antaranya menyusun naskah Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), menyusun draft Dakwah Kultural dan Khittah Berbangsa dan Bernegara, merumuskan Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Kedua serta membuat draft Pancasila sebagai Dar al-Ahdi wa al-Syahadah.
Baca Juga: Laris Manis, Ternyata Es Krim Mixue Belum Jelas Status Halal-nya(zhd)