LANGIT7.ID, Jakarta - Keberadaan
Citayam Fashion Week bukan lah fenomena baru. Aksi anak-
anak SCBD di bilangan Sudirman Jakarta ini merupakan replika kondisi yang pernah ada.
Influencer dakwah, Doni Riw menyebut, tidak ada
kreativitas baru dari para remaja yang tergabung dalam komunitas tersebut.
"CFW adalah replikasi dari gerakan yang sudah ada sebelumnya. Jadi sebetulnya tidak ada kreativitas, karena memang hanya meniru dari yang sudah ada di negara lain," kata Doni Riw, Selasa (26/7/2022).
Baca Juga: Wagub DKI: Citayam Fashion Week Kreatif, Tapi Perlu Bimbingan AgamaNamun hal ini dilihat dari sudut pandang akademis, bukan soal suka atau tidak suka dengan gerakan anak-anak SCBD di kawasan Dukuh Atas itu.
Dia membandingkan dengan hal serupa yang telah ada di negara lain. Di antaranya seperti Harajuku di Jepang dan Gangnam Style di Korea Selatan.
"Mereka bisa dibilang kreatif bila menciptakan sesuatu yang bersifat baru, sekaligus diterima atau bermanfaat," ujar dia.
Dalam kajian kebudayaan, CFW dapat diartikan sebagai budaya fesyen jalanan atau ekspresi busana yang digelar jalanan.
"Namun tidak dapat dipungkiri bahwa CFW juga bisa dikatakan sebagai kreativitas fesyen yang melekat dengan seni," tambahnya.
(bal)