LANGIT7.ID-, Surabaya- - Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menekankan pentingnya kolaborasi antar LPTNU dalam mengelola dan menghadapi tantangan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Kolaborasi ini telah dibuktikan pada kegiatan seminar dan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan peran penting dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Pengelola Jurnal (ARJUNU), dan Perpustakaan (APPTNU).
Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan dihadiri perwakilan dari LPTNU se-Jawa Timur. Ini merupakan langkah strategis LPTNU untuk menciptakan wadah kolaborasi dan pertukaran ide di antara para akademisi dan praktisi pendidikan di lingkungan PTNU.
Baca juga:
Alumni Pesantren Tebuireng Diminta Jihad Islahi Melalui Pendidikan, Ekonomi dan Pemberdayaan"Diadakannya kegiatan ini berfokus pada sinergitas PTNU untuk mendukung capaian mutu pendidikan atau akreditasi. Adanya akreditasi sebetulnya tidak lain untuk mendorong perguruan tinggi menjadi lebih baik dari tahun ke tahun, dan aspek yang dinilai telah mencakup seluruh kriteria yang dibutuhkan dalam pengelolaan perguruan tinggi," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekjen LPT-PBNU, Dr.rer.pol. M. Faishal Aminuddin, S.S, M.Si, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Unusa atas inisiasi dalam menggelar kegiatan Sinergi PTNU.
“Total 282 PTNU yang ada di Indonesia ini menunjukkan bukti nyata keseriusan Nahdlatul Ulama (NU) dalam mencetak generasi terbaik. Dan diperlukan kolaborasi secara terus menerus dan keberlanjutan antar lembaga untuk mencapai tujuan tersebut,” tukasnya.
Ia juga menambahkan, LPT-PBNU telah melakukan empat upaya guna mendorong pengembangan LPTNU di Indonesia. Di antaranya yakni mendukung pelaksanaan riset dan memberikan akses dan jaringan (Partnership and Research Flagship), memfasilitasi para peneliti untuk menghasilkan publikasi di outlet prestisius (Publish and Flourished), bekerjasama dengan lembaga penyedia sumber data dan referensi digital (Trusted dan Reliable), dan membangun konektivitas antar civitas akademika perguruan tinggi dengan menciptakan sistem informasi berupa software SIUNU.
Membahas mengenai strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D selaku Ketua LPPM Unusa menyampaikan ada empat hal yang perlu dipersiapkan dengan matang bagi perguruan tinggi. Di antaranya renstra atau arah dan tujuan, Fishbone atau kontribusi program studi, Roadmap atau kontribusi dosen pada program studi, serta Payung Riset atau kesesuaian keahlian dosen.
“Dengan menerapkan keempat strategi ini secara terpadu dan berkelanjutan, perguruan tinggi dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul, responsif terhadap dinamika global, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tukasnya.
(ori)