LANGIT7.ID - Pengasuh Ponpes Tahfidz Qur'an LP3IA Narukan, Rembang, KH Ahmad Bahauddin atau yang akrab disapa
Gus Baha, pernah menolak bantuan untuk pesantren meski nilainya begitu besar.
Pernah suatu ketika
Gus Baha mendapat tawaran bantuan Uang miliaran rupiah oleh seorang donatur dari Arab Saudi. Donatur yang berprofesi sebagai pengusaha itu menyodorkan Uang untuk pembangunan pesantren. Tapi,
Gus Baha menolak.
“Gus, kalau panjenengan mau membebaskan pesantren, maka saya sumbangkan uang saya ini untuk panjenengan,” kata
Gus Baha menirukan ucapan donator itu, dikutip kanal Putu Santri, Jumat (29/7/2022).
Baca Juga: Alasan Gus Baha Selalu Pakai Bahasa Jawa Saat Berdakwah
Gus Baha punya alasan kuat menolak bantuan tersebut. Donatur tersebut ingin membantu pengembangan fasilitas pesantren. Dia tak menginginkan itu, sebab, tugas seorang ulama atau tokoh agama adalah mengajak kepada Allah Ta’ala.
“Kalau saya terima dan fasilitas pondok yang bagus, takutnya saya malah mengajak orang kepada fasilitas, bukan kepada Allah. Pikiran saya, buat pondok itu agar orang senang Tuhan. Kalau fasilitasnya banyak, orang suka fasilitas. Bagi saya ini musibah,” ucapnya.
Meski begitu, ulama asal Rembang itu mengaku bukan seorang anti pembangunan. Kalau ada ulama yang menerima sumbangan karena berprinsip fasilitas bagus akan menghasilkan produk bagus, tidak masalah.
“Yang pasti saya memiliki prinsip sendiri dan kamu jangan tiru saya. Kalau ada yang mau nyumbang uang banyak, ya terima saja. Enggak usah sok-sokan nolak,” ucap
Gus Baha.
Gus Baha memiliki sebuah pesantren bernama Pesantren Tahfidzul Qur’an Lembaga Pembinaan Pendidikan Pengembang Ilmu Al-Qur’an (LP3IA). Pesantren ini sudah berdiri sejak 1964 di Desa Narukan, Kabupaten Rembang.
Baca Juga: Alasan Gus Baha Selalu Pakai Baju Putih, Pakaian Disunnahkan RasulPesantren itu mencakup jenjang pendidikan yang lengkap mulai dari madrasah diniyah, madrasah tsanawiyah, dan madrasah Aliyah. Ada beberapa fasilitas sederhana yang menunjang pembelajaran seperti Aula Mbah Nur sebagai tempat berkumpul para santri dan penyelenggaraan acara.
Ada juga Aula Mbah Nik yang diperuntukkan sebagai tempat menerima tamu serta aula khusus. Pesantren itu juga dilengkapi dengan asrama santri putra dan santri putri.
Rumah Gus Baha juga terletak di kompleks pesantren dengan ukuran yang sangat sederhana.
(jqf)