LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Timur KH Maarif Fuadi mengatakan peringatan
tahun baru Islam merupakan hal yang penting dilakukan terutama untuk bangsa Indonesia dengan kemajemukan penduduknya.
Dia melanjutkan, peringatan haul tersebut diambil dari sejarah hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.
"Di
Madinah, ketika Nabi telah melaksanakan hijrah, Nabi Muhammad SAW membentuk masyarakat yang egaliter," ujar Maarif Fuadi kepada Langit7, Sabtu (30/7/2022).
Baca juga: Sambut Tahun Baru Islam, JIC Gelar Pekan Raya MuharramSelama ini, lanjut Maarif, kita kerap mendengar bahwa
Nabi Muhammad SAW menyatukan kaum Muhajirin dan Anshor di kalangan kaum muslimin.
Namun, di samping itu, Rasulullah juga menyatukan agama-agama yang berbeda dalam berbeda dalam kehidupan bermasyarakat, yang mana telah dinyatakan dalam perjanjian Madinah.
"Artinya, pada saat itu jauh sebelum nenek moyang Indonesia mewarisi tentang persatuan dan kesatuan seperti
Bhinneka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda dan lainnya, jauh sebelum itu Nabi Muhammad SAW telah melakukan hal demikian," katanya.
Dia melanjutkan, Rasulullah membina umat dan masyarakat yang berbeda suku mapun agama menjadi satu kesatuan. Sehingga dari persatuan itu tercipta kehidupan yang aman dan damai.
Lebih lanjut, Maarif menyebut kisah hijrah Nabi Muhammad SAW ini sangat relevan untuk diakuisisikan bagi bangsa Indonesia, terlebih jelang pesta demokrasi 2024.
Baca juga: Muhammadiyah: Sambut Tahun Baru Islam Tidak Dianggap Bid'ah"Ini sangat relevan untuk kita akuisisikan nilai-nilai hijrah ini bagi bangsa Indonesia yang mana memiliki masyarakat majemuk. Terlebih, menjelang pesta demokrasi pada 2024, dimana kita diharapkan bisa menjaga agar prosesi itu bisa berjalan dengan damai, aman dan tentram, maka nilai-nilai seperti itu sangat-sangat baik dilaksanakan," pungkasnya.
(est)