LANGIT7.ID, Jakarta - KH Bahauddin Nursalim alias
Gus Baha mengatakan, atheisme sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Salah satu di antaranya adalah Jubair bin Muth’in. Sebelum masuk Islam, Jubair datang ke Madinah sebagai negosiator tawanan perang badar.
“Dia sampai pada saat Rasulullah membaca Surah At-Thur,” kata
Gus Baha dalam tausiahnya, dikutip Senin (1/8/2022).
Logika Jubair terpuaskan setelah mendengar Rasulullah SAW membaca surah At-Thur. Surah At-Thur menampilkan sebuah kata yang mampu membuat hati seseorang dipaksa berkecamuk, kata tersebut adalah اَمْ yang dalam kaidah sastra harus berpasangan dengan
hamzah istifham.At-Thur menyuguhkan
uslub (struktur) itu sebanyak 15 kali. Sebanyak itu pula At-Thur mengajar pendengar dan pembacanya merenungkan kandungan ayat, mempertanyakan keyakinan mereka yang tidak dapat dicerna oleh akal. Ayat-ayat itu mampu menyentuh hati Jubair hingga luluh dan masuk Islam.
Baca Juga: Kisah Pria Ingin Berzina dan Beritahu Rasulullah, Ini Jawab BeliauMenurut
Gus Baha, Jubair mengucapkan dua kalimat syahadat karena menemukan Islam sangat sinkron dengan logika manusia. Itu karena orang atheis selalu disiksa oleh logikanya sendiri.
Gus Baha mencontohkan terkait penciptaan alam semesta, orang atheis menganggap alam semesta diciptakan dari ketiadaan. Sampai kapan pun logika mereka tidak akan sampai. Namun, orang beriman berbeda dan memiliki keyakinan alam semesta diciptakan oleh
Dzat yang memiliki sifat wujud, yakni Allah Ta’ala. Allah tidak diciptakan dan pula dilahirkan. Allah adalah
al-wujud yang menciptakan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini.
“Semuanya dibangun bahwa diantara sifat Allah pertama adalah sifat
wajibul wujud (wajib ada sebelum apapun). Dengan sifat
wajibul wujud, maka logika kita terbangun enggak mungkin
maujudat (eksis) ini diciptakan suatu yang tidak ada. Pasti faktornya ada, bukan tidak ada,” ujar Gus Baha.
Baca Juga: Kisah LGBT di Zaman Rasulullah, Begini Respons Nabi SAW
Selain itu, Gus Baha juga menceritakan terkait seorang atheis yang bertanya tentang harta
ghanimah atau rampasan perang dalam Islam. Atheis itu menuduh Nabi Muhammad merampok harta orang kafir saat menang perang.
Gus Baha lalu balik bertanya kepada atheis itu. “Kalau ada penjahat ke rumah kamu, kemudian pakai senjata api, setelah kamu ringkus, itu senjata api kamu kembalikan atau kamu sita?” tanya Gus Baha kepada si Atheis.
“Wah ya saya sita, kalau saya kembalikan dipakai ngerampok lagi,” kata Gus Baha menirukan jawaban atheis itu. Pun sama, kata Gus Baha, jika harta mereka dikembalikan lagi oleh Rasulullah SAW, maka akan dipakai untuk melawan lagi.
“Analogi itu dikiaskan supaya orang bisa berpikir,” pungkas Gus Baha.
(jqf)