LANGIT7.ID, Jakarta - Para pejabat
Serbia membantah adanya ketegangan dengan Kosovo di wilayah perbatasan. Hal itu menanggapi terjadinya bentrokan antara Serbia dengan Kosovo pada hari Minggu.
Kementerian Pertahanan Serbia mengeluarkan pernyataan yang menuduh bahwa pemerintah
Kosovo menyebarkan sejumlah informasi yang salah atau disinformasi. Salah satunya melalui akun palsu di media sosial.
Baca Juga: PM Kosovo Tuding Pemerintah Serbia Penyebab Ketegangan di Perbatasan"Diduga ada beberapa konflik antara Tentara Serbia dan apa yang disebut polisi Kosovo. Tentara Serbia dengan cara apa pun tidak memasuki wilayah Kosovo," bunyi pernyataan Kementerian, seperti dilansir dari Daily Sabah, Senin (1/8/2022).
Ketegangan antara Serbia dan Kosovo meningkat jelang pemberlakuan undang-undang baru Kosovo yang mulai berlaku hari ini. Kebijakan tersebut mewajibkan semua orang, termasuk warga Serbia yang tinggal di Kosovo, untuk memiliki kartu identitas dan plat nomor Kosovo.
Menurut media lokal, sirene serangan udara terdengar di dekat perbatasan Kosovo/Serbia saat Kosovo akan membatasi penyeberangan perbatasan. Perdana Menteri Kosovar Albin Kurti mengkritik dengan menyebut kelompok-kelompok Serbia ilegal lantaran menembaki pasukan polisinya.
Baca Juga: Serbia-Kosovo Memanas, Dipicu Gara-gara Hal IniPolisi Kosovo mengatakan tidak ada informasi resmi bahwa ada warga atau petugas kepolisian yang terluka dalam bentrokan tersebut. "Berdasarkan informasi resmi sejauh ini, penghalang jalan terus berlanjut di beberapa lokasi di utara Mitrovica ke arah penyeberangan perbatasan Jarinje dan Brnjak (dengan Serbia), yang ditutup untuk lalu lintas," bunyi pernyataan polisi Kosovo.
Pihak kepolisian Kosovo juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak termakan berita palsu atau hoaks perihal konflik di perbatasan tersebut. "Kami mengimbau kepada seluruh warga dan media untuk tidak terjerumus pada berita palsu yang cenderung membuat situasi tidak stabil dan menimbulkan kepanikan," tambah pernyataan polisi.
Baca Juga:
Polisi Amerika Pukuli Secara Brutal Remaja Muslim di Chicago, Begini Faktanya
Presiden Jokowi Harap Tak Ada Lagi Kota di Ukraina Rusak Akibat Perang(asf)