LANGIT7.ID - , Jakarta - Ciuman
orang tua pada anaknya merupakan bentuk kasih sayang yang dicurahkan orang tua pada
buah hati. Kebiasaan ini sudah menjadi tradisi sejak zaman Rasulullah SAW dan para sahabat.
Perlakuan Nabi SAW pada anak-anak, bahkan yang bukan keturunannya sendiri, adalah contoh bagi umatnya.
Rasulullah sering mengungkapkan kasih dan sayang yang lembut pada anak-anak dengan
mencium dan memeluk mereka.
Dalam sebuah hadits disebutkan, Abu Hurairah r.a. melaporkan bahwa al-Aqra' bin Habis melihat Rasulullah s.a.w mencium Al-Hassan (cucu Nabi). Dia (al-Aqra') berkata: "Saya punya sepuluh anak, tapi saya tidak pernah mencium satupun dari mereka".
Baca juga: Punya Tantangan Sendiri, Begini Tips Parenting di Negeri Minoritas MuslimRasulullah saw mengalihkan pandangan kepadanya, ‘Siapa yang tidak menyayangi tidak akan diberi
kasih sayang,'" (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi).
Setiap kali Fatimah Az-Zahra berkunjung, Rasulullah akan berdiri dan menyambut putri bungsunya itu saat dia masuk ruangan. Kemudian Rasulullah memegang dan mencium tangan Fatimah.
Kebiasaan ini juga selalu dilakukan Nabi SAW saat ia mengunjungi
Fatimah. Meski sederhana, namun perilaku ini sangat indah sebab menunjukkan cinta dan rasa hormat satu sama lain.
Aisyah, ibu orang mukmin r.a berkata,
ا ا انَ ا ا لًّا لِ اللَّهِ لَّى اللَّهُ ليهِ لَّمَ ا انت ا لت ليهِ ل ليه ا لَها ا
“Aku belum pernah melihat seorang pun yang menyerupai Nabi SAW dalam hal perilaku, cara, dan sopan santun, selain Fatimah”. (Aisyah melanjutkan,) "Ketika Nabi melihatnya datang, dia akan berdiri untuknya, meraih tangannya, menciumnya, dan membawanya untuk duduk di tempatnya. Ketika Nabi s.a.w mengunjunginya, dia akan berdiri untuknya, ambil tangannya, cium dia dan bawa dia duduk di tempatnya.” (Tirmizi).
Ajaran Nabi SAW selalu membawa kebaikan dan hikmah bagi umatnya. Seperti halnya pelukan dan ciuman yang kerap dilakukan Rasulullah pada anak-anak.
Baca juga: 13 Prinsip Menghafal Al-Qur’an Seperti Rasulullah dan Para SahabatDalam dunia medis, pelukan dan ciuman ternyata mengandung banyak manfaat bagi tumbuh kembang anak. Dikutip dari laman Disdikpora, Jorrnal Preceedings of the National Academy of Sciences, pelukan dan ciuman pada anak menambah jumlah endorfin dan oksitosin.
Kedua hormon ini bisa merendahkan syaraf yang tegang serta tekanan darah tinggi sehingga kelak anak akan bersikap lebih tenang dalam menghadapi situasi yang sulit.
Selain itu, anak yang terbiasa dipeluk dan cium umumnya akan menjadi lebih cerdas. Sebab, saat dipeluk dan dicium, ia akan merasa bahagia. Di mana kebahagiaan ini memicu perkembangan sel-sel dan koneksi sel pada otaknya. Semakin banyak koneksi sel yang terhubung, maka makin cerdaslah si anak.
Manfaat lain dari pelukan dan ciuman adalah anak akan merasa nyaman hingga bisa mengendalikan diri dengan baik. Kebiasaan memeluk dan mencium juga bisa menumbuhkan jiwa pengasih dan penyayang pada anak, yang bisa ditularkan pada sekelilingnya.
Baca juga: Romantis, Ini 5 Macam Love Language Rasulullah SAWPakar parenting dan penceramah, Hepi Andi Bastoni mengatakan ada empat titi yanng harus dicium orang tua, khususnya ayah, pada anak-anaknya.
Pertama, ubun-ubun. Hal ini perlu dilakukan sejak bayi. Sebab, ini adalah tempat Pre Frontal Cortex. Tempat penentuan keputusan benar dan salah.
Kedua, dahi. Jika mencium dahi anak, sama dengan mengatakan “Ayah bangga padamu Nak”.
Ketiga, kedua pipi. Ini sama dengan mengucapkan “Ayah sayang padamu”.
Keempat, punggung tangan. Ini tanda bahwa ayah menghargai anak.
“Lakukan itu secara rutin. Dan rasakan efeknya. Jika Ayah sulit bertemu anak ketika bangun, pastikan sebelum berangkat kerja atau sepulang kerja, cium anak. Doakan dengan suara kencang. Perhatikan, anak akan tersenyum atau mengangguk walau dia tertidur pulas,” tandas Hepi.
Baca juga: Kisah Atheis di Zaman Rasulullah, Jadi Mualaf karena Islam Sejalan dengan Logika(est)