LANGIT7.ID - , Jakarta - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata menyampaikan saat ini perjalanan
wisatawan muslim cukup signifikan, sehingga Jakarta perlu menyambut baik hal tersebut.
"Dan kalau kita melihat dua tahun terakhir perjalanan wisata dibatasi karena
pandemi Covid-19, dan saat ini perjalanan wisata sudah berlaku dan sudah mulai kembali," kata Adhika di hadapan media, di acara Jakarta Moslem Friendly Tourism Exhibition, Jumat (5/8/2022).
Menurut Andhika, Jakarta dengan jumlah penduduk muslim yang signifikan, berkomitmen menjadi destinasi
wisata ramah muslim.
Baca juga: Tawarkan Wisata Halal, Jakarta Gelar Pameran Moslem Friendly"Di satu sisi kita juga ingin memposisikan untuk kebutuhan wisatawan baik dari domestik maupun internasional, tatkala mereka berkunjung ke Jakarta terutama bagi umat muslim untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan," jelasnya.
Lebih lanjut, Andhika mengatakan saat ini
produk halal tak hanya diminati oleh umat muslim saja, tetapi juga sektor-sektor dan wisatawan lain.
"Kita melihat beberapa objek wisata baik terdapat kemudahan-kemudahan untuk
moslem friendly tourism," ungkapnya.
Muslim menjadi pasar terbesar
Andhika menjelaskan terdapat beberapa pendapat atau pandangan tentang data akurat, bahwa wisatawan muslim menjadi pasar paling besar mewakili 25 persen dari total
wisatawan di dunia.
Baca juga: Kiai Aiyub: KHI Dorong Indonesia Pimpin Wisata Halal Dunia"Dan paling banyak ditarget karena memiliki tingkat pertumbuhan pasar tercepat di dunia, yaitu mencapai 30 persen per tahun dibandingkan rata-rata pertumbuhan wisatawan global yang hanya mencapai 6 persen per tahun," paparnya.
Selanjutnya, berdasarkan salah satu pusat penelitian, Pew Research Center menyebutkan usia rata-rata wisatawan muslim mencapai 23,7 tahun lebih muda dibandingkan segmen pasar lain di dunia.
"Ini salah satu data yang sangat baik untuk kita para pelaku
industri pariwisata tidak hanya pemerintah pusat atau daerah, tentunya bagaimana melihat tren ini menjadi satu fitur pariwisata baru serta tentunya menigkatkan pemulihan ekonomi baru," tegasnya.
Baca juga: Wisata Halal Tak Batasi Gerak-Gerik Wisatawan Asing(est)