Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 25 April 2026
home masjid detail berita

Healing Qurani ala Ustadz Adi Hidayat

fajar adhitya Ahad, 07 Agustus 2022 - 19:00 WIB
Healing Qurani ala Ustadz Adi Hidayat
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ustadz Adi Hidayat menerangkan pengobatan hati ala Islam berdasar konsep Al-Qur'an. Suasana hati, kata UAH, selalu berbolak-balik antara kebahagiaan dan kedukaan.

Terkadang manusia juga merasakan duka gelisah bahkan kecemasan yang mendalam. Pun demikian berbagai suasana hati yang boleh jadi dirasakan kurang membahagiakan dan menyenangkan.

“Hal-hal demikian telah ditampilkan dalam Al-Qur'an berbagai macam suasana hati bahkan dengan petunjuk-petunjuk yang diinginkan oleh Allah SWT,” tuturnya dilansir Adi Hidayat Official, Ahad (7/8/2022).

Baca juga: UAH: Jangan Toleransi Dukun dengan Julukan Mulia

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, dengan petunjuk yang diberikan, Allah SWT bermaksud memberi tahu hambanya bagaimana menggapai suasana hati yang selalu dalam keadaan tenang. Allah SWT memberikan jalan kepada manusia bagaimana cara menghadirkan ketenangan dalam jiwa sekaligus menepikan berbagai kegelisahan hidup.

UAH mengatakan, kegundahan hati bisa juga timbul dari godaan setan yang memberikan bisikan-bisikan kecemasan di dalam jiwa. Bisikan setan melahirkan perasaan perasaan gelisah yang mendalam perasaan duka dan tidak jarang menghadirkan penyakit-penyakit hati yang meresahkan.

“Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa dengan sifat kasih dan sayangnya Rahman dan Rahim ingin melindungi setiap hamba hambaNya yang memberikan ketentraman kedamaian dan lebih daripada itu Allah SWT menginginkan seluruh perilaku bagian tubuh kita bersikap baik dan mulia,” jelas UAH.

Karena itulah ketika Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad di antara fungsinya adalah memberikan ketentraman kedamaian. Mengobati berbagai macam penyakit yang berpotensi menyerang kepada hati dan mengontaminasi jiwa .

Firman Allah dalam Surat Yunus ayat 57:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya: Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin.

Lewat ayat tersebut, jelas UAH, Allah SWT menginformasikan secara holistik bagi hamba-nya yang menginginkan suasana hati yang tenang. Syifa seringkali diterjemahkan dengan obat, tapi Syifa bukan sekedar obat, Syifa adalah obat bagi penyakit hati obat bagi penyakit jiwa, jelas UAH.

Baca juga: Ustadz Taufik Hidayat: Jangan Tunggu Mapan Baru Menikah

UAH melanjutkan, syifa juga bisa berarti obat bagi penyakit-penyakit yang manusia sudah menyerah dalam mengatasinya yang manusia merasakan tidak punya kemampuan lagi untuk berikhtiar. Sehingga mengembalikan semua kesembuhan itu kepada Allah SWT.

“Puncak penyakit itu yang paling berbahaya adalah penyakit di dalam jiwa iri hati dendam, riya, sum'ah itu yang bisa melahirkan perilaku-perilaku buruk sehingga berpotensi melukai mencederai bahkan menimbulkan kerusakan dalam berkehidupan,” kata UAH.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 25 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)