LANGIT7.ID, Jakarta -
Ustadz Adi Hidayat menerangkan pengobatan hati ala Islam berdasar konsep Al-Qur'an. Suasana hati, kata UAH, selalu berbolak-balik antara kebahagiaan dan kedukaan.
Terkadang manusia juga merasakan duka gelisah bahkan kecemasan yang mendalam. Pun demikian berbagai suasana hati yang boleh jadi dirasakan kurang membahagiakan dan menyenangkan.
“Hal-hal demikian telah ditampilkan dalam Al-Qur'an berbagai macam suasana hati bahkan dengan petunjuk-petunjuk yang diinginkan oleh Allah SWT,” tuturnya dilansir Adi Hidayat Official, Ahad (7/8/2022).
Baca juga: UAH: Jangan Toleransi Dukun dengan Julukan MuliaUstadz Adi Hidayat menjelaskan, dengan petunjuk yang diberikan, Allah SWT bermaksud memberi tahu hambanya bagaimana menggapai suasana hati yang selalu dalam keadaan tenang. Allah SWT memberikan jalan kepada manusia bagaimana cara menghadirkan ketenangan dalam jiwa sekaligus menepikan berbagai kegelisahan hidup.
UAH mengatakan, kegundahan hati bisa juga timbul dari godaan setan yang memberikan bisikan-bisikan kecemasan di dalam jiwa. Bisikan setan melahirkan perasaan perasaan gelisah yang mendalam perasaan duka dan tidak jarang menghadirkan penyakit-penyakit hati yang meresahkan.
“Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa dengan sifat kasih dan sayangnya Rahman dan Rahim ingin melindungi setiap hamba hambaNya yang memberikan ketentraman kedamaian dan lebih daripada itu Allah SWT menginginkan seluruh perilaku bagian tubuh kita bersikap baik dan mulia,” jelas UAH.
Karena itulah ketika Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad di antara fungsinya adalah memberikan ketentraman kedamaian. Mengobati berbagai macam penyakit yang berpotensi menyerang kepada hati dan mengontaminasi jiwa .
Firman Allah dalam Surat Yunus ayat 57:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ
Artinya:
Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin. Lewat ayat tersebut, jelas UAH, Allah SWT menginformasikan secara holistik bagi hamba-nya yang menginginkan suasana hati yang tenang. Syifa seringkali diterjemahkan dengan obat, tapi Syifa bukan sekedar obat, Syifa adalah obat bagi penyakit hati obat bagi penyakit jiwa, jelas UAH.
Baca juga: Ustadz Taufik Hidayat: Jangan Tunggu Mapan Baru MenikahUAH melanjutkan, syifa juga bisa berarti obat bagi penyakit-penyakit yang manusia sudah menyerah dalam mengatasinya yang manusia merasakan tidak punya kemampuan lagi untuk berikhtiar. Sehingga mengembalikan semua kesembuhan itu kepada Allah SWT.
“Puncak penyakit itu yang paling berbahaya adalah penyakit di dalam jiwa iri hati dendam, riya, sum'ah itu yang bisa melahirkan perilaku-perilaku buruk sehingga berpotensi melukai mencederai bahkan menimbulkan kerusakan dalam berkehidupan,” kata UAH.
(sof)