LANGIT7.ID, Jakarta - Islam merupakam agama yang sempurna, adab-adab dalam kehidupan sehari-hari umat muslim diajarkan dalam agama Islam. Sama halnya dalam membuang air seni pun ada adab-adab tertentu yang harus dilakukan.
Tidak sedikit yang menganggap sepele mengenai hal ini. Bahkan tidak jarang juga yang melalaikan adab-adab tersebut yang telah diajarkan Allah SWT dan Rasulullah sebagimana mestinya.
Sebagai umat muslim, sudah seharusnya kita melakukan hal-hal yang akan dilakukan sesuai dengan adab yang dianjurkan. Sama halnya dengan membuang hadas kecil, jika kita melalaikan hal tersebut, maka akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Sebagaimana tertuang dalam hadis yang berbunyi:
Baca Juga: 4 Tahap Rasulullah dalam Puasa Asyura, juga Sehari Sebelum dan Setelahnya"Dari Anas radiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'bersihkanlah diri dari air kencing. Karena sesungguhnya kebanyakan siksa kubur berasal darinya.' [HR Ad-Dȃruquthnȋ dalam Sunannya Nomor 459. Hadits ini dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani dalam Irwaul Ghalil, Nomor 280].
Berikut tiga adab membuang hajat yang sesuai syariat Islam dan harus dilakukan oleh setiap umat muslim:
1. BeristinjaSeusai membuang air kecil kita wajib beristinja, karena apa yang telah dikeluarkan dari hadas tersebut mengandung najis dan wajib untuk dibersihkan. Hal tersebut tertuang dalam hadis yang berbunyi:
“Bilamana Rasulullah saw masuk ke kamar kecil untuk buang hajat, maka saya (Anas) dan seorang anak seusia saya membawakan wadah berisi air dan satu tombak pendek, lalu beliau istinja dengan air tersebut.” (HR Bukhari dan Muslim).
2. Membersihkan tempat membuang hadasSebagi umat muslim, tentunya kita tahu bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Maka dari itu kita wajib membersihkan najis yang telah dikeluarkan dengan sangat bersih.
Baca Juga: Perseteruan Pesulap Merah dan Samsudin, Antara Dakwah dan Syirik"Dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan. Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu." (HR Tirmizi).
3. Diusahakan dudukAdab dalam membuang hadas kecil lainnya dengan cara duduk. Dalam hal ini sayyidah ‘Aisyah menjelaskan:
“Diriwayatkan dari ‘Aisyah radiallahu anha beliau berkata, ‘Barang siapa yang berkata bahwa Rasulullah kencing dengan berdiri, maka jangan kalian benarkan. Rasulullah tidak pernah kencing kecuali dengan duduk’.” (HR An-Nasa’i).
Baca Juga: Berganti Nama Malik Abdul Aziz, Ini Kisah Petinju 'Leher Beton' Jadi Mualaf(zhd)