LANGIT7.ID, Jakarta - Tata cara
mandi wajib usai nifas pada umumnya sama seperti mandi junub. Dalam Islam perempuan nifas pascapersalinan termasuk masih berhadas besar.
Muslimah yang sedang nifas tidak diperbolehkan menjalankan ibadah seperti salat, puasa, membaca
mushaf Al-Qur'an, dan lainnya.
Ibadah tersebut boleh dilakukan jika nifas selesai, akan tetapi sebelum itu harus mandi wajib terlebih dahulu. Mandi wajib sangat penting dilakukan agar dianggap bersih dari hadas.
Baca Juga: Tata Cara Mandi Wajib, Sunnah Rasul sebelum ke Shalat JumatAdapun niat mandi wajib setelah nifas;
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَىLatin:
Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi Ta'aala.Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala.
Tata cara mandi wajib setelah nifas
Penceramah, Ustadz Khalid Basalamah berkata berikut penjelasan hukum fiqih tentang tata cara mandi junub atau wajib yang wajib diketahui oleh umat muslim; pertama mencuci telapak tangan 3 kali seperti ingin wudhu.
"Sebagian ulama mengatakan hikmahnya pada saat biologis ia mungkin menyentuh kemaluannya atau benda-benda haram lainnya maka ia harus mencucinya. Itulah alasan mengapa dianjurkan mencuci tangan," ujar Ustadz Khalid Basalamah dikutip dari YouTube Atsar Muslim, Rabu (10/8/2022).
Kemudian, lanjut dia mencuci kemaluan dari depan ke belakang secara baik dengan menggunakan tangan kiri. Menurut Ustadz Khalid Basalamah, penggunaan tangan kiri dilakukan karena Nabi SAW tidak menggunakan tangan kanan untuk mencebok atau membersihkan diri dari najis.
Selanjutnya, berwudhu. Sebagaimana berwudhu untuk shalat, tetapi dengan catatan tetap menjaga wudhu dari perkara yang membatalkannya dan tidak menyentuh kemaluan dengan tangan manapun.
"Artinya menjaga telapak tangan dari kemaluan ketika sedang melakukan mandi wajib, sebab kita sudah wudhu," katanya.
Lalu setelah wudhu, menyelah-nyelah rambut sebanyak tiga kali. Jadi ambil air ke jari-jari, kemudian disentuhkan ke bagian kulit kepala sebanyak tiga kali.
Berikutnya, mengguyurkan tiga cidukan air sepenuh dua telapak tangan atau satu timba ke atas kepala hingga kulit kepala basah sempurna.
Lebih lanjut, membasuh tubuh sebelah kanan dimulai dengan bagian tubuh paling atas kepala, lalu paling bawah.
Jadi dibiarkan air membasahi tubuh sampai ke bawah disertai catatan untuk tidak menyentuh kemaluan, agar menjaga wudhu tidak batal.
Sebab wudhu tersebut akan dipakai untuk shalat. Namun, ketika sudah batal maka Sahabat Langit7 bisa wudhu kembali usai mandi wajib.
Selanjutnya, membasuh tubuh bagian kiri dimulai dari paling atas kemudian paling bawah. Lalu, membasuh tubuh dengan air secara baik artinya semua sela-sela tubuh terkena. Dan yang terakhir disertai catatan agar memperhatikan untuk mencuci ketiak pusat dan belakang lutut.
"Jadi tempat-tempat yang terkadang tidak terkena air maka digosok. Dipusar karena ada lubang jadi dikhawatirkan ketika mandi wajib air tidak terkena dengan sempurna maka harus digosok kemudian bagian belakang lutut yang biasa ada lipatan," pungkas Ustadz Khalid Basalamah.
(bal)