LANGIT7.ID, Paris - Pemerintah Prancis akan mengirim duta Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (
LGBT) ke seluruh dunia pada akhir 2022. Tugas para duta itu mempromosikan hak-hak kaum
LGBT kepada masyarakat dunia. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Prancis, Elisabeth Borne, pada Kamis (4/8/2022) pekan lalu.
Media Prancis The Local Melaporkan bahwa para duta itu akan mengkoordinasikan kebijakan kementerian luar negeri dan bertindak sebagai suara Prancis untuk mempromosikan hak-hak
LGBT. Pernyataan itu disampaikan Borne dalam peringatan 40 tahun penghapusan undang-undang era Perang Dunia II yang dinilai mendiskriminasi kaum homoseksual.
"Duta yang ditunjuk akan mengkampanyekan penolakan terhadap kriminalisasi homoseksualitas dan trans-identitas”, kata Brone saat berkunjung ke pusat LGBT di Orléans, Prancis tengah, melansir The Local, Rabu (10/8/2022).
Baca Juga: Pawai Obor di CFW, Warga Tanah Abang Serukan Tolak LGBTPemerintah Prancis bahkan menggelontorkan dana 3 Juta Euro untuk menambah 10 pusat LGBT baru. Itu menambah jumlah pusat LGBT dari 35 yang sudah beroperasi di Prancis. Pusat itu dibentuk untuk membantu kaum yang mengidap penyimpangan seksual itu yakin akan identitasnya sebagai LGBT.
“Diskriminasi terus mengecualikan, melukai, dan terkadang bahkan membunuh orang-orang LGBT. Pertempuran untuk pikiran belum dimenangkan,” kata Borne.
Dia mengklaim, tidak ada penentangan dari anggota pemerintahan Prancis, Presiden Emmanuel Macron, tentang komitmen mereka terhadap hak-hak LGBT. Meski begitu, dia mengakui ada komentar kritis dari Menteri Urusan Daerah, Caroline Cayeux.
Baca Juga: LGBT Bertentangan dengan Agama dan Hukum di IndonesiaCayeux bergabung ke pemerintahan pada Juli 2022. Dia dituduh homofobia karena mengkritik pernikahan sesama jenis dan adopsi. Pada 2013 lalu, dia juga menjadi salah satu tokoh yang menentang legalisasi pernikahan sesama jenis. Dia menyebut pernikahan sesama jenis bertentangan dengan alam.
(jqf)