LANGIT7.ID, Jakarta - Bubur tinutuan menjadi salah satu makanan khas Minahasa, Sulawesi Selatan yang memiliki rasa kombinasi antara manis, gurih, asin, dan pedas.
Dilansir dari laman kemdikbud.go.id, sejarah terciptanya bubur tinutuan ini karena dulu keadaan ekonomi masyarakat Manado yang susah, sehingga mereka memasak sayur-sayuran yang ada dan mencampurnya dengan sedikit beras.
Campuran tersebut kemudian menjadi bubur tinutuan yang dikenal hingga saat ini tersebar di Nusantara.
Baca juga: Desa Wisata Kandri, Banyak Monyet Ekor Panjang BerkeliaranSahabat Langit7 dapat membuat bubur ini di rumah dengan menyiapkan beberapa bahan baku mulai dari beras, ubi, labu kuning, jagung manis serta beberapa sayuran seperti daun melinjo muda, bayam, kangkung, dan daun kemangi.
Selanjutnya, bubur tinutuan juga dilengkapi bumbu dan rempah mulai dari garam, sereh, daun bawang, hingga daun kunyit. Sahabat Langit7 dapat menikmati bubur ini dengan pelengkap ikan asin serta sambal dabu-dabu.
Ikan asin yang digunakan adalah ikan asin jambal yang dipotong dadu-dadu kecil, lalu dicuci dan digoreng hingga kering. Ikan asin jambal menjadi penambah rasa asin pada bubur tinutuan.
Baca juga: Menarik Dikunjungi, 5 Pilihan Destinasi Wisata Sungai di IndonesiaSelain itu, Sahabat Langit7 juga dapat membuat sambal dabu-dabu dengan mencampurkan bahan sambal mulai dari cabai rawit merah, cabai rawit kecil, bawang merah, dan tomat semuanya diiris kecil, lalu dicampur air jeruk nipis, dan garam sesuai selera.
(sof)